Festival Budaya dan Teknologi Jadi Langkah Tabang Angkat UMKM dan Kesenian Lokal

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Jun 2025 18:54 0 183 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengangkat potensi UMKM dan kesenian tradisional dengan mengandalkan dua strategi utama, yakni partisipasi aktif dalam festival budaya serta pemanfaatan teknologi internet berbasis satelit.

Melalui pendekatan ini, Tabang berupaya menjaga warisan budaya sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal hingga ke luar daerah. Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha lokal.

Salah satu mitra strategis yang digerakkan adalah PKK dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang selama ini berperan besar dalam menghidupkan kegiatan berbasis budaya dan kerajinan. “Melalui kerja sama dengan organisasi seperti PKK dan Pokdarwis, kami berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM dan seni tradisional agar tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang,” ungkap Rakhmadani, Rabu (11/6/2025).

Menurutnya, salah satu panggung penting yang dimanfaatkan pemerintah kecamatan adalah kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) tingkat kabupaten. Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha dan pengrajin lokal diberi ruang untuk menampilkan produk unggulan dan karya seni kepada masyarakat luas.

“Kami selalu melibatkan kelompok kreatif dalam event seperti HKG. Di sana mereka bisa menunjukkan potensi terbaiknya, dan ini menjadi cara efektif untuk memperkenalkan Tabang ke tingkat kabupaten bahkan provinsi,” katanya.

Pada peringatan HKG belum lama ini, Kecamatan Tabang menampilkan kelompok pelajut dari Desa Buluk Sen yang dikenal dengan keterampilannya dalam anyaman rotan. Kelompok ini digerakkan oleh para ibu rumah tangga yang menjadikan kerajinan tangan sebagai sumber penghasilan sekaligus bentuk pelestarian tradisi.

“Kami bangga kelompok pelajut dari Buluk Sen bisa tampil di HKG. Mereka membuktikan bahwa pelaku UMKM di daerah terpencil pun memiliki produk yang berdaya saing tinggi,” ujarnya. Namun ia tak menampik keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan utama, terutama dalam hal pemasaran digital.

Ia mengungkapkan terdapat beberapa wilayah di Tabang belum terjangkau jaringan fiber optik atau sinyal seluler yang stabil. “Sinyal sering lambat, apalagi saat cuaca buruk. Ini jadi kendala bagi pelaku usaha yang ingin memasarkan produknya secara online,” jelasnya.

Sebagai solusi, pemerintah kecamatan mulai mendorong pemanfaatan teknologi internet berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa desa di Tabang telah mengambil inisiatif untuk menghadirkan perangkat tersebut secara mandiri.

“Kami sudah menyampaikan ke pemerintah desa bahwa Starlink bisa jadi jawaban. Ada yang sudah mulai memasang dan merasakan manfaatnya,”lanjutnya. Dengan dukungan teknologi dan wadah promosi yang konsisten, Kecamatan Tabang berharap potensi lokal terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM dan penggiat seni, baik dari sisi pembinaan, promosi, maupun penyediaan akses digital,” tutupnya. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA