Kader GMNI Komisariat IKIP PGRI Kalimantan Timur. Harianrepublik.Com- DPC GMNI Kota Samarinda, Komisariat GMNI IKIP PGRI Kaltim resmi meluncurkan program unggulan “Lahan Advokasi” dan “Sekolah Marhaen”, yang beralamat di Jln. Sungai Dama Rt 30, Kota Samarinda, Kaltim.
Program ini dilakukan sebagai langkah nyata memperkuat ideologi marhaenisme sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas di Kalimantan Timur, terkhususnya di Kota Samarinda.
Komisaris GMNI IKIP PGRI Kaltim, Josianus Wilianto Sugiono menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak kader yang peka secara sosial serta solutif dalam mendampingi isu-isu kerakyatan. Ia mengatakan Sekolah Marhaen bukan sekadar ruang kelas untuk membaca buku, melainkan jembatan pengingat teori tanpa aksi adalah mandul.
“Lewat program Lahan Advokasi, GMNI IKIP PGRI Kaltim ingin memastikan setiap kader tidak hanya pandai berorasi di podium, tetapi juga hadir melayani, mendampingi, dan menjadi pelindung bagi kaum marhaen yang hak-hak dasarnya terabaikan,” katanya, Sabtu (23/05/2026).
Sekolah Marhaen sebagai pusat penguatan Ideologi serta memperdalam pemahaman kader mengenai ajaran Bung Karno, khususnya Marhaenisme sebagai pisau analisis sosial GMNI.
“Materi yang disampaikan fokus pada kurikulum sejarah pergerakan, geopolitik, sosiologi pedesaan, dan metode berorganisasi yang inklusif,” lanjut Josi, sapaan akrabnya.
Josi menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan model diskusi kritis dan turun langsung ke lapangan (live-in bersama masyarakat). Wadah ini Menjadi posko pengaduan dan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan sosial, hukum, maupun ekonomi.
“Pendampingan difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar seperti akses Pendidikan layak bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Josi.
Tidak ada komentar