Foto: Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro.KUKAR – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Kelurahan Maluhu menggelar lomba mancing kolaboratif bersama Polres Kutai Kartanegara dan Karang Taruna di kolam ikan Villa Kaning Park, RT 2 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Minggu (1/6/2025).
Sebanyak 136 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Selain menjadi hiburan warga, lomba ini juga menjadi titik awal pengembangan potensi wisata dan pertanian lokal di kawasan Embung Maluhu.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pemantik untuk mengelola kembali lahan tidur di wilayah tersebut yang sebelumnya sempat aktif digunakan untuk pertanian.
“Kegiatan mancing ini kami jadikan momentum memperkenalkan potensi kawasan yang selama ini terbengkalai. Harapannya, bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Tri.
Menurutnya, pemerintah kelurahan berencana menghidupkan kembali lahan seluas sekitar 50 hektare untuk budidaya tanaman jagung, buah, dan sayuran. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi warga.
Untuk itu, Karang Taruna dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan tersebut, sebagai bagian dari pemberdayaan generasi muda di bidang pertanian dan wisata edukatif.
“Pemuda adalah kunci keberhasilan program ini. Kita beri mereka ruang untuk terlibat sejak awal,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama dengan Polres Kukar dianggap penting untuk membangun sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan kawasan yang akan dikembangkan.
“Kami ingin membentuk kekuatan sosial bersama antara warga dan aparat keamanan,” tambah Tri.
Sebagai langkah awal, Kelurahan Maluhu telah membentuk kelompok sadar wisata serta menghimpun petani milenial yang siap dilibatkan dalam program revitalisasi pertanian.
Lahan subur yang pernah menjadi sentra produksi pangan ini kini dirancang sebagai destinasi wisata pertanian berbasis komunitas, terbuka bagi siapa saja yang ingin berkolaborasi.
“Kami terbuka bagi semua pihak yang ingin terlibat. Target kami bukan hanya menghidupkan kembali lahan, tapi juga menjadikannya destinasi wisata yang bermanfaat bagi warga,” tutup Tri Joko. (Adv)