Sri Puji Astuti: Rumah Aman Ideal Harus Steril dan Berkeamanan Berlapis

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Mei 2025 21:44 0 170 Harian Republik

Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mendesak adanya perbaikan signifikan pada standar rumah aman yang disediakan bagi korban kekerasan. Meskipun pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menilai fasilitas yang ada sudah baik, Sri Puji berpendapat bahwa masih banyak ruang untuk peningkatan. Hal ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara pada Jumat (16/5/2025).

Menurut Sri Puji, rumah aman yang ideal harus memiliki standar perlindungan yang lebih tinggi untuk para korban. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang benar-benar steril dan sistem keamanan yang berlapis.

“Rumah aman seharusnya disiapkan dengan lingkungan yang steril. Pengamanan pun harus ketat. Tidak hanya seorang satpam, namun pula ada kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengamanan yang ketat ini krusial agar korban merasa aman dan tidak mengalami trauma tambahan akibat ancaman dari pelaku kekerasan.

“Lingkungan yang aman dan pengawasan yang profesional menjadi kunci agar korban bisa pulih dengan baik,” ujarnya.

Selain aspek keamanan, Sri Puji juga menyoroti kebutuhan akan integrasi layanandi rumah aman. Ia melihat fasilitas ini bukan hanya sekadar tempat berlindung, melainkan harus berfungsi sebagai pusat layanan terpadu bagi korban.

“kalau bisa begitulah pokoknya akses terhadap pelayanan kesehatan layanan pendidikan itu semua tersambung,” jelasnya.

Sri Puji menegaskan bahwa akses mudah terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi korban sangat vital agar mereka dapat melanjutkan hidup dengan normal. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian serius pada aspek ini dalam pengelolaan rumah aman.

Lebih lanjut, Sri Puji mengingatkan perlunya pelibatan berbagai pihak dalam pengelolaan rumah aman, termasuk lembaga sosial dan psikolog profesional.

“Pendampingan psikologis sangat penting agar korban bisa pulih secara mental,” katanya.

Kritik dari Sri Puji ini menunjukkan komitmen DPRD untuk terus mengawasi dan mendorong peningkatan kualitas layanan perlindungan korban kekerasan di Samarinda. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengevaluasi dan meningkatkan standar rumah aman sesuai dengan kebutuhan korban.

(ADV/DPRDSmd/ANH)

LAINNYA