Sofyan Hasdam Berkomitmen Aspirasi Masyarakat Kutim Akan Diteruskan Kepada Kementerian Desa RI

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Apr 2025 14:42 0 162 Harian Republik

Harianrepublik.com- Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, melaksanakan Reses di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), di Desa Suka Damai, yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Bontang,” Selasa (18/04/2025).

Agenda tersebut turut dihadiri oleh 64 warga dari berbagai dusun dan RT di Desa Suka Damai. Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan aspirasi terkait skema penyaluran Dana Desa yang dinilai perlu dievaluasi. Salah satu masukan utama adalah agar besaran Dana Desa tidak hanya bergantung pada data kemiskinan yang ada di desa.

“Jangan sampai desa seperti kami malah seolah-olah ‘memelihara’ data kemiskinan demi mendapatkan alokasi dana yang besar. Seharusnya ada indikator lain yang lebih objektif,” ujar salah satu warga yang juga tokoh masyarakat setempat.

Menurut warga, ketergantungan pada data kemiskinan sebagai dasar utama pembagian anggaran justru dapat menjadi kontraproduktif terhadap semangat pengentasan kemiskinan itu sendiri. Warga berharap sistem penyaluran Dana Desa lebih menekankan pada capaian pembangunan dan kebutuhan nyata.

Aspirasi ke berikutnya, datang dari para tenaga pendamping desa, pihaknya menyampaikan kekhawatiran terkait kelanjutan honorarium pendamping yang kebetulan pernah menjadi Calon Legislatif (Caleg) dalam Pemilu 2024 lalu. Warga berharap pemerintah tetap memberikan hak gaji bagi mereka hingga akhir 2025.

“Kami mohon agar teman-teman pendamping yang sempat nyaleg tetap menerima gaji sampai tahun ini berakhir. Setelah itu, silakan kementerian menentukan apakah diperpanjang atau tidak,” ujar seorang pendamping desa yang hadir dalam reses.

Selain itu, persoalan pertanian dan perkebunan juga mendapat perhatian khusus dalam pertemuan tersebut. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun meminta agar pemerintah memperluas penerima subsidi pupuk, termasuk untuk tanaman jangka panjang seperti kelapa sawit, kopi, dan kakao.

“Selama ini subsidi pupuk lebih banyak diarahkan untuk tanaman pangan jangka pendek. Padahal pekebun sawit, kopi, dan cokelat juga butuh bantuan agar produktivitas meningkat,” ujar seorang pekebun lokal.

Tak hanya itu, warga menilai subsidi pupuk yang inklusif bagi seluruh jenis tanaman akan berdampak besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di sektor perkebunan.

Merespon hal tersebut, Andi Sofyan Hasdam menyampaikan terima kasih atas masukan yang jujur dan konstruktif dari warga. Ia menilai bahwa pandangan kritis masyarakat seperti ini sangat penting sebagai dasar perjuangan di tingkat nasional.

“Aspirasi bapak-ibu di Desa Suka Damai ini menunjukkan betapa pentingnya kita menyusun kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, bukan hanya angka statistik,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen untuk membawa seluruh masukan ini ke pembahasan lintas kementerian, khususnya Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian, agar kebijakan ke depan lebih adil dan tepat sasaran.(Adv)

LAINNYA