
Tenggarong – Kormi Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan bahwa olahraga masyarakat harus berkembang menjadi budaya dan gaya hidup yang melekat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ketua Kormi Kukar, Lukman, menyebut hal ini hanya bisa tercapai jika berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat secara nyata.
“Olahraga masyarakat ini sifatnya lintas sektor. Untuk bisa berkembang, harus mendapat dukungan bersama,” ucapnya.
Kormi menaungi tiga rumpun olahraga: tantangan, petualangan, dan kebugaran. Setiap rumpun berkaitan erat dengan OPD, seperti Dispora, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kolaborasi lintas OPD diharapkan mampu menyediakan fasilitas, pelatihan, dan program pembinaan yang menyeluruh bagi masyarakat, sehingga olahraga rekreasi tidak hanya sekadar hobi, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Lukman menegaskan bahwa peran sekolah sangat penting sebagai titik awal pembinaan. Sekolah menjadi wadah untuk menanamkan minat dan keterampilan sejak dini.
Hasil musyawarah terakhir di Kormi diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara sekolah dan organisasi olahraga dalam memajukan olahraga rekreasi berbasis budaya.
Menurut Lukman, keberhasilan kontingen Kukar saat tampil di Pornas Lombok menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah daerah sangat menentukan.
“Tidak mungkin berjalan tanpa biaya dan fasilitasi daerah,” tegasnya, menekankan pentingnya pendanaan, fasilitas, dan koordinasi antarinstansi.
Kormi Kukar juga mendorong komunitas lokal untuk membangun manajemen yang rapi, termasuk pendataan anggota dan program latihan, agar pembinaan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, Kormi Kukar optimistis olahraga masyarakat tidak hanya tumbuh sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi gaya hidup, budaya daerah, dan membuka peluang lahirnya prestasi atletik di tingkat provinsi maupun nasional.