Perempuan dan Kekerasan Anak: Ketidaksiapan Mental dan Ekonomi Sebagai Pemicu

waktu baca 1 menit
Minggu, 19 Mei 2024 03:35 0 10 Harian Republik

Samarinda – Deni Hakim Anwar, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, mengungkapkan bahwa ketidaksiapan mental dan ekonomi perempuan sebagai ibu menjadi faktor utama yang memicu maraknya kekerasan terhadap anak di perkotaan.

Menurut Deni, kekerasan terhadap anak, terutama di perkotaan, sering dilakukan oleh ibu yang mengalami tekanan mental dan ekonomi yang berat.

“Beban fisik, mental, dan ekonomi yang harus dipikul oleh perempuan ini sering kali melebihi kapasitasnya, sehingga dapat memicu frustasi dan kemarahan yang kemudian dilampiaskan kepada anak-anak,” terangnya (19/5/2024).

Deni menjelaskan bahwa kekerasan ini bisa dicegah dengan memberikan bimbingan kepada anak sebelum menikah, atau melalui lembaga konseling sebelum pernikahan.

“Ikatan pranikah dan konseling dapat menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga, di mana korban seringkali adalah anak-anak dan ibu,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya konseling di bidang agama dan kesehatan jiwa untuk membantu calon pengantin mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk pernikahan dan kehidupan rumah tangga.

Namun, masalahnya saat ini adalah banyak pernikahan hanya didasarkan pada “cinta” tanpa mempertimbangkan berbagai masalah yang akan dihadapi setelah menikah.

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap isu kekerasan anak dan mendorong masyarakat untuk aktif mencegahnya dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap anak-anak,” tandasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA