Mengurai Masalah Stunting: Dampak Pernikahan Dini di Samarinda

waktu baca 1 menit
Jumat, 15 Mar 2024 13:26 0 37 Harian Republik

Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan anak dan ibu. Menurutnya, pernikahan dini adalah salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kasus stunting, karena kehamilan pada usia ibu yang terlalu muda.

“Pernikahan dini tidak hanya merenggut kesehatan fisik anak, tapi juga menghancurkan potensi masa depan mereka,” ungkap Sani.

Sani menegaskan bahwa memutus rantai pernikahan dini adalah tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda. Upaya pencegahan dan edukasi diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Stunting di Samarinda bukan sekadar angka, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi mendatang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya khusus untuk mengatasinya.

“Dengan komitmen kuat, kita dapat memutus lingkaran setan pernikahan dini dan stunting, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan berkualitas,” tandasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA