
Samarinda- Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026, Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak ke SMAN 10 Samarinda Seberang, Senin (14/7).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur sekolah, khususnya asrama siswa yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir bulan Juli.
Ketua Komisi IV, H. Baba, didampingi Wakil Ketua Dr. Andi Satya Adi Saputra, S.Ked., M.K.M., serta Sekretaris Komisi, Darlis Pattalongi, memantau langsung kondisi ruang belajar dan fasilitas penunjang seperti kamar tidur, MCK, hingga instalasi listrik di kompleks asrama.
“Kami sangat mengapresiasi progresnya. Kelas-kelas sudah dicat ulang dan terlihat rapi. Tinggal persoalan kelistrikan yang perlu dikebut. Kami berharap semua rampung secepatnya,” ujar H. Baba saat meninjau lokasi.
Fannana Firdausi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN 10, mengungkapkan bahwa sekolah akan menerima 360 siswa baru tahun ini. Dari jumlah tersebut, 120 siswa akan menghuni asrama, sementara 240 lainnya mengikuti pembelajaran dari luar.
“DPRD meminta agar fasilitas asrama segera siap pakai. Target penyelesaiannya adalah 22 Juli, karena asrama mulai beroperasi tanggal 26 Juli,” jelas Fannana. Ia menambahkan bahwa penyelesaian kamar, MCK, dan instalasi listrik terus dipacu agar selesai tepat waktu.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pengawasan DPRD terhadap kelanjutan proses relokasi SMAN 10, menyusul konflik kepemilikan lahan Kampus A yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Persoalan tersebut baru menemui titik terang setelah Mahkamah Agung menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik pemerintah daerah.
“Kita tidak ingin siswa terus jadi korban tarik-ulur kepentingan. Sekarang saatnya pendidikan kembali ke jalurnya,” tegas Dr. Andi Satya.