DPRD Samarinda: Pembangunan Pelabuhan Penumpang di Palaran Bakal Buka Peluang Baru Layaknya Kota Baru

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Jun 2025 16:00 0 222 Harian Republik

Samarinda – Rencana pembangunan Pelabuhan Penumpang di Kecamatan Palaran, Samarinda, terus mendapatkan dukungan penuh. Anggota DPRD Kota Samarinda dari Dapil II, Joha Fajal, optimistis proyek ini akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Joha menyampaikan bahwa lokasi yang dipilih berada di kawasan Balik Buaya dan sudah ditinjau langsung oleh Wali Kota Samarinda bersama jajaran pemerintah kota.Hal tersebut disampaikan saat wawancara beberapa waktu lalu

“Pak Wali dan Pemkot sudah survei langsung ke daerah sekitar Balik Buaya. Lokasinya memang cukup potensial,” ujar Joha.

Ia menegaskan bahwa pelabuhan penumpang ini akan dibangun terpisah dari Pelabuhan Peti Kemas Palaran yang saat ini difokuskan untuk aktivitas bongkar muat logistik.

“Peti kemas tidak bisa diganggu karena sudah fokus untuk distribusi barang. Jadi pelabuhan penumpang harus dibangun di lokasi berbeda,” jelas politisi Partai NasDem tersebut.

Menurut Joha, kehadiran pelabuhan penumpang berpotensi menghidupkan kawasan Palaran dan bahkan bisa disamakan dengan pembukaan kota baru.

“Ini bisa seperti membuka kota baru. Efeknya pasti besar, termasuk membuka banyak lapangan pekerjaan untuk warga sekitar,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil II dan warga Palaran, Joha menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam merealisasikan pembangunan pelabuhan tersebut.

“Saya sangat mendukung. Saya yakin masyarakat juga akan bersyukur,” ujarnya.

Joha juga menilai bahwa pusat Kota Samarinda sudah terlalu padat untuk pengembangan pelabuhan baru, sehingga membuka akses di wilayah seperti Palaran merupakan langkah yang tepat.

“Kota Samarinda sudah tak memungkinkan lagi untuk bangun pelabuhan di pusat kota. Makanya pemerintah harus cari dan buka ruang baru seperti ini,” pungkasnya.

Selain itu, Joha menekankan pentingnya perhatian terhadap akses jalan dan transportasi publik yang terintegrasi sebagai pendukung utama kelancaran pelabuhan tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat dan investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan fasilitas penunjang seperti penginapan.

“Masyarakat mungkin bisa mulai memikirkan pembangunan hotel atau penginapan karena penumpang bisa saja berasal dari luar daerah,” tutup Joha.

(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA