Penataan Pasar Segiri Mulai Terlihat, Namun Masih Dihadapkan pada Masalah Parkir dan Sosialisasi

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Jun 2025 16:07 0 169 Harian Republik

Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda mulai menunjukkan kemajuan dalam penataan kawasan Pasar Segiri yang terletak di Jalan Pahlawan, Kecamatan Samarinda Ulu. Meski demikian, masalah klasik seperti parkir liar di lorong utama pasar masih menjadi keluhan dari warga dan para pedagang.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menilai bahwa langkah penataan yang tengah dijalankan sudah berada di jalur yang benar. Ia memahami bahwa perubahan di pasar yang telah lama menjadi pusat perdagangan ini memang membutuhkan waktu.

“Penataan tidak bisa langsung terlihat hasilnya. Tapi sekarang sudah mulai ada perbaikan, dan ini langkah awal yang patut diapresiasi,” ungkap Maswedi pada Senin (30/6/2025).

Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan adalah parkir kendaraan yang masih banyak dilakukan secara sembarangan di lorong pasar, sehingga mengganggu arus pengunjung dan aktivitas jual beli. Meski begitu, Maswedi menyambut positif pembangunan area parkir baru di bagian belakang pasar sebagai solusi jangka panjang.

“Pemerintah jangan hanya bangun fisiknya saja. Sosialisasi juga harus dilakukan supaya pedagang dan pengunjung tahu dan mau berpindah dari kebiasaan lama,” tegas politisi Partai NasDem ini.

Ia menambahkan bahwa peran Dinas Perhubungan (Dishub) sangat krusial untuk memastikan area parkir baru dapat dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan penegakan aturan yang kaku.

“Kalau masyarakat diajak bicara dan diberi pemahaman, perubahan itu lebih mudah diterima. Jangan sampai penataan berhenti di papan proyek,” katanya.

Lebih jauh, Maswedi mengingatkan bahwa penataan Pasar Segiri merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Samarinda dalam menata kawasan kota secara menyeluruh. Ia juga menyinggung beberapa program lain seperti relokasi warga bantaran sungai dan penertiban zona hijau yang turut berdampak pada lingkungan sekitar pasar.

“Sudah ada relokasi bantaran sungai, penertiban zona hijau, dan ini berpengaruh juga ke kawasan sekitar pasar. Artinya, sudah ada progres,” jelasnya.

Maswedi berharap Pasar Segiri dapat berkembang menjadi ruang publik yang nyaman dan tertib, tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial bagi warga kota.

“Kita ingin Segiri jadi tempat yang ramah, bukan hanya untuk transaksi jual beli, tapi juga untuk warga merasa nyaman. Tapi semua itu butuh waktu dan komitmen jangka panjang,” tutupnya.

(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA