Abdul Rohim : Minta Publik Bijak Sikapi Bendera One Piece, Dinilai Bukan Makar tapi Ekspresi Sosial

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Agu 2025 19:07 0 127 Harian Republik

Samarinda – Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI, suasana nasionalisme mulai terasa di Samarinda dengan maraknya pemasangan bendera Merah Putih. Namun, kemunculan bendera bergambar tengkorak, atau yang dikenal sebagai Jolly Roger dari anime One Piece, di beberapa lokasi telah menimbulkan polemik.

Ada yang menganggap pengibaran bendera ini sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap simbol negara, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk kreativitas.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menilai tindakan tersebut sebagai upaya makar atau penghinaan terhadap negara.

“Ada yang menganggap ini sebagai penghinaan simbol negara. Tapi kalau saya secara pribadi, saya melihat ini lebih kepada ungkapan kritik sosial,” ujar Rohim pada Senin (4/8/2025).

Rohim menjelaskan, sejauh ini tidak ada indikasi gerakan yang terstruktur, terorganisir, atau didanai yang mengarah pada tindakan makar. Ia menegaskan bahwa fenomena ini lebih merupakan ekspresi individu atau komunitas tanpa muatan politis yang berbahaya.

“Kalau ada indikasi makar, tentu bisa terbaca. Misalnya ada gerakan terstruktur, dibiayai, atau terkait kelompok separatis. Tapi ini belum sampai ke situ. Jadi, tak perlu dibesar-besarkan,” jelasnya.

Menurut Rohim, dalam iklim demokrasi, kebebasan berekspresi adalah hal yang wajar selama tidak melanggar hukum secara eksplisit. Meskipun begitu, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyalurkan ekspresinya, terutama pada momen sakral seperti peringatan kemerdekaan.

“Kalau memang ini bentuk kritik sosial, negara seharusnya bisa menampung. Kita juga harus pastikan bahwa masyarakat yang mengibarkan bendera itu benar-benar punya maksud menyampaikan keresahan, bukan untuk merendahkan simbol negara,” tutup Rohim. (ADV/DPRDSmd/anh)

LAINNYA