Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Kota SamarindaSamarinda – Isu beras premium palsu yang merebak di berbagai daerah kini menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Ketua Komisi II, Iswandi, memperingatkan bahwa praktik curang semacam ini berpotensi merugikan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga dengan penghasilan rendah.
Dalam pernyataannya pada Rabu (6/8/2025), Iswandi menilai meskipun belum ada laporan resmi di Samarinda, potensi penyebarannya tetap ada. Ia mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas Perdagangan, untuk segera melakukan langkah pencegahan dan pengawasan ketat di lapangan.
“Isu ini bukan hanya tentang etika dagang, tapi sudah menyangkut penipuan terhadap masyarakat. Bayangkan, beras kualitas biasa dijual dengan harga premium, bisa Rp20 ribu per kilo. Konsumen kecil yang paling dirugikan,” tegasnya.
Politisi dari PDIP ini menduga bahwa pemalsuan beras bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan kemungkinan besar merupakan tindakan yang terorganisir demi meraup keuntungan besar.
“Saya curiga ini bukan perbuatan individu semata. Polanya masif, terstruktur, dan sangat merugikan. Konsumen merasa membeli kualitas premium, padahal sebaliknya,” ujarnya.
Iswandi meminta Dinas Perdagangan untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor. Ia menilai penundaan hanya akan memperparah kerugian yang dialami masyarakat.
“Kami akan ikut turun sidak kalau perlu. Jangan tunggu ramai dulu baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting,” katanya.
Selain itu, ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku yang terbukti melakukan pemalsuan.
“Kita bicara soal hak konsumen dan keadilan. Kalau ada yang menipu rakyat demi cuan, itu harus diproses sesuai hukum,” tegasnya lagi.
Iswandi menutup pernyataannya dengan mengajak pemerintah, DPRD, dan kepolisian untuk berkolaborasi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan.
“Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan pada produk di pasaran. Kalau kepercayaan hilang, yang rusak bukan hanya pasar, tapi stabilitas sosial kita juga bisa terganggu,” pungkasnya. (ADV/DPRDSmd/anh)