Potensi Pariwisata di Dapil IV Kutim, Kajan Lahang: Ini Adalah Harta Karun yang Perlu Dikembangkan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Nov 2024 22:55 0 292 Redaksi Kutim

Kutai Timur, harianrepublik.com – Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang, menyuarakan pentingnya pengembangan sektor pariwisata di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Telen, Kongbeng, dan Muara Wahau. Kajan menggarisbawahi bahwa kawasan ini memiliki keindahan alam yang mempesona dan berpotensi besar untuk menarik wisatawan, seperti Sungai Seleq di Desa Miau Baru, Gua Kongbeng, dan Gua Maria. Ia menggambarkan potensi ini sebagai “harta karun” yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan mempromosikan Kutai Timur ke tingkat nasional dan internasional.

“Kecamatan Kongbeng dan Wahau menyimpan banyak sekali keindahan alam yang masih terjaga dan belum sepenuhnya dikelola. Ini merupakan kesempatan bagi Kutai Timur untuk menghadirkan destinasi wisata yang bisa menarik wisatawan dari berbagai daerah,” ungkap Kajan saat ditemui di Gedung DPRD Kutim.

Kajan menjelaskan bahwa pengembangan wisata harus dimulai dengan menyediakan fasilitas dasar yang memadai dan akses yang mudah. Menurutnya, alam di Kongbeng dan Wahau, yang meliputi sungai bersih, gunung hijau, dan hutan asri, menjadi modal utama untuk menarik wisatawan.

“Dukungan pemerintah sangat penting dalam mempersiapkan kebutuhan dasar wisatawan. Tanpa fasilitas yang layak, daya tarik destinasi ini akan berkurang, dan tentunya potensi ekonominya tidak akan maksimal,” ujar Kajan.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan akses jalan yang lebih memadai. “Saat ini, akses jalan masih bergantung pada jalur perusahaan. Ini harus diubah agar masyarakat luas bisa mengakses dengan lebih mudah,” tambahnya.

Selain keindahan alam, Kajan menekankan pentingnya potensi wisata budaya di Desa Miau Baru. Desa ini dikenal dengan seni dan budaya Dayak Kayan yang khas. Destinasi wisata budaya ini menawarkan nuansa unik, mulai dari Gerbang Desa Lekan Maran dengan ukiran tradisional hingga lumbung padi (lepo parai) dan miniatur Lamin Adat.

Setiap Minggu sore, pengunjung dapat menikmati pentas seni Dayak yang menampilkan tarian khas dengan penari dari berbagai usia, lengkap dengan busana adat. “Di sini, para wisatawan bisa menyaksikan keindahan tari Dayak yang kaya akan nilai-nilai budaya. Semua ini ditampilkan secara langsung oleh warga lokal, sehingga menambah kesan autentik bagi pengunjung,” ujar Kajan.

Dengan langkah-langkah konkret dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat, Kajan optimis pengembangan pariwisata ini bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. (adv)

LAINNYA