Padi Gunung Tabang Punya Potensi Besar tapi Belum Terkelola Maksimal

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Jun 2025 18:54 0 148 Harian Republik

KUKAR – Padi gunung di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan daerah. Dikenal dengan aroma yang harum dan rasa yang khas, padi ini diminati pasar, namun hingga kini dalam pengelolaannya dinilai masih belum maksimal.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyebut padi gunung sebagai kekayaan lokal yang perlu perhatian lebih dari semua pihak. “Beras gunung itu harum, enak, dan bisa menambah selera makan. Ini potensi yang harus kita jaga dan kembangkan,” ucapnya saat dihubungi pada Rabu (11/6/2025).

Namun demikian, ia mengakui pengelolaan komoditas ini masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah utama adalah belum optimalnya pendekatan kepada petani peladang, terutama dalam hal edukasi, pemetaan lahan, dan pengendalian hama.

“Saat ini belum ada pendekatan secara general dan menyeluruh. Harusnya pemahaman petani ditingkatkan, lalu dikaji juga kendala-kendala yang mereka alami selama ini,” ujarnya. Salah satu hama yang paling merugikan adalah burung pemakan padi, yang kerap muncul dalam jumlah besar pada masa panen.

“Kondisi ini perlu dicermati dengan baik. Kita harus pikirkan bagaimana mengatur dan mencegah agar padi gunung ini tidak terpapar oleh serangan hama burung,” tambahnya. Di sisi lain, belum adanya penetapan kawasan pertanian khusus juga memperburuk situasi. Rakhmadani menilai perlu ada pemetaan yang jelas terhadap lahan potensial.

“Harus ditentukan wilayah mana yang memiliki potensi padi gunung terbaik. Kemudian kelompok-kelompok tani di daerah itu diperkuat dan dibekali dengan pengetahuan bertani yang memadai,” tegasnya. Dia menyebutkan bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui kegiatan sosialisasi serta pemberdayaan kelompok tani.

Dengan demikian, para petani dapat lebih siap dalam menghadapi persoalan-persoalan teknis di lapangan. Menurutnya, potensi padi gunung bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga nilai jualnya di pasar. Dengan aroma harum dan rasa yang khas, beras gunung dari Tabang bisa menjadi komoditas unggulan daerah jika dikelola secara serius.

“Petani harus kita lengkapi kebutuhan dasar mereka. Kalau itu bisa dipenuhi, maka produktivitas mereka juga akan meningkat,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA