
Berau – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur Kongres Persatuan. Sikap ini diambil sebagai bagian dari ikhtiar kolektif untuk mengembalikan marwah organisasi menjadi lebih utuh, demokratis, dan terbebas dari kepentingan sempit pihak manapun.
Dalam pernyataannya, DPC GMNI Berau secara tegas menolak segala bentuk intervensi, tekanan, maupun klaim sepihak yang mengatasnamakan DPD GMNI Kalimantan Timur, yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi dan suara kolektif kader di tingkat daerah.
“Tindakan semacam ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat kolegialitas dan nilai-nilai organisasi yang sehat,” tegas perwakilan DPC GMNI Berau.
DPC GMNI Berau menyatakan bahwa jalan menuju persatuan organisasi hanya bisa ditempuh melalui proses yang terbuka, inklusif, dan akuntabel—bukan melalui manuver politik yang merusak integritas internal.
“Kami menyerukan kepada seluruh kader GMNI, baik di Kalimantan Timur maupun di seluruh Indonesia, untuk tetap menjaga semangat persaudaraan ideologis, menjunjung tinggi keputusan forum yang sah, dan tidak terjebak pada agenda jangka pendek yang berpotensi memecah belah organisasi,” tambahnya.
GMNI, lanjut mereka, bukan milik segelintir elit atau pihak tertentu. GMNI adalah rumah ideologis bersama yang dibangun atas dasar perjuangan, persatuan, dan kesetaraan.
“Oleh karena itu, kami menolak keras segala bentuk klaim otoritas yang tidak dilandasi mekanisme organisasi yang sah dan demokratis.”