Foto : Sekretaris Desa Segihan, Setiono Anitabhakti.Kukar – Pemerintah Desa Segihan di Kecamatan Sebulu menempatkan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan tahun 2025, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan modernisasi sistem budidaya.
Langkah ini menjadi bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) dan ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Sekretaris Desa Segihan, Setiono Anitabhakti, mengungkapkan bahwa potensi pertanian di wilayahnya, khususnya komoditas padi sawah, belum tergarap maksimal. Saat ini, dari sekitar 100 hektare lahan yang tersedia, produktivitas rata-rata masih berada di angka tiga ton per hektare.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Dengan intervensi teknologi dan pembinaan, kami yakin produksi bisa ditingkatkan secara signifikan,” kata Setiono saat ditemui, Selasa (11/03/2025).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu juga kerap menjadi tantangan utama, khususnya saat musim kemarau panjang. Dalam situasi tersebut, siklus tanam bisa berkurang dari dua kali menjadi hanya sekali dalam setahun.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah desa tengah menyusun skema kolaborasi bersama BUMDes dan mitra lainnya guna menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan), seperti pupuk dan benih.
“Selain menjamin ketersediaan pupuk, kami juga ingin membuka akses petani terhadap teknologi pertanian berbasis mekanisasi agar tidak lagi tergantung pada cara konvensional,” terang Setiono.
Inisiatif modernisasi ini disebut sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mempercepat proses tanam dan panen.
Tak hanya itu, pemerintah desa juga berharap agar peningkatan produksi bisa berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani.
“Kami ingin kebijakan ini betul-betul terasa di lapangan, bukan hanya tertulis di atas kertas. Harapannya, petani bisa lebih sejahtera,” tutupnya. (Adv)