Ahmat Sopian Noor Desak Tindakan Serius atas Terulangnya Kasus Pembuangan Bayi di Samarinda

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Mei 2024 03:07 0 11 Harian Republik

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ahmat Sopian Noor, mengaku prihatin atas terulangnya kembali kejadian seorang ibu membuang bayinya sendiri. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus mendapat perhatian serius dari dinas teknis di Pemerintah Kota Samarinda, seperti Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Saya berharap ibu yang membuang bayinya itu cepat ditemukan dan diberi bantuan, termasuk bimbingan psikologis, karena jelas dia mengalami tekanan yang berat,” ujar Ahmat Sopian kepada wartawan, Rabu (15/5/2024).

Kejadian terbaru terjadi di Jalan Barito Gang Ranu RT 24 Kelurahan Tani Aman Kecamatan Loa Janan Ilir, di mana warga digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di pinggir jalan pada Senin (13/5/2024) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Menurut Sopian, apabila kasus pembuangan bayi terjadi setiap tahun di Samarinda, hal ini tidak bisa dianggap sebagai masalah internal dalam satu keluarga saja, melainkan sudah menjadi masalah sosial yang harus ditangani oleh pemerintah.

“Instansi teknis harus menemukan faktor pemicunya agar bisa ikut mengatasinya,” tambahnya.

Sopian menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kehamilan yang tidak diinginkan, kesulitan ekonomi, menjadi korban perkosaan, atau gangguan mental dan psikologis, bisa menjadi penyebab seorang ibu tega membuang bayinya.

“Dinas teknis harus bisa mendeteksi penyebabnya agar bisa memberikan bantuan yang tepat dan kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa penduduk Samarinda sangat heterogen, termasuk dalam hal latar belakang sosial dan ekonominya. Banyak warga yang berstatus perantau, tinggal di Samarinda sendirian, jauh dari keluarga inti atau saudara kandung.

“Namun, apapun alasannya dan latar belakangnya, membuang anak sendiri adalah masalah sosial yang serius,” pungkasnya.

Ahmat Sopian berharap bahwa dengan perhatian dan tindakan yang tepat dari pemerintah, kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisir dan masyarakat bisa lebih mendapatkan perlindungan serta dukungan yang mereka butuhkan. (Adv/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA