
Harianrepublik.com– Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam menyambangi warga di sekitar Masjid Nurul Mu’min yang berada di Jalan AP. Mangkunegoro RT 06 No. 6, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kaltim, Rabu (19/04/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh 39 warga dari lingkungan sekitar masjid ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, warga dengan antusias menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait isu-isu keagamaan dan pendidikan yang selama ini mereka rasakan belum mendapatkan perhatian maksimal.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai keterlambatan pembayaran honor bagi para penggiat agama, seperti imam, marbot, guru ngaji, dan. Oleh karena itu warga berharap pemerintah bisa lebih konsisten dalam menghargai peran mereka dengan memberikan honor secara tepat waktu.
“Para penggiat agama itu ujung tombak pendidikan akhlak di masyarakat. Honor mereka jangan sampai terlambat, karena itu juga bagian dari penghormatan atas jasa mereka,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam forum.
Selain itu, warga juga menyoroti pelaksanaan program makanan bergizi gratis yang dinilai masih belum menyentuh seluruh kalangan. Mereka berharap program ini tidak hanya diberikan kepada siswa sekolah negeri, tetapi juga kepada siswa di sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
“Anak-anak kami yang belajar di madrasah juga perlu asupan makanan bergizi. Harapannya, mereka juga bisa menikmati program ini seperti anak-anak di sekolah negeri,” ujar seorang ibu dari siswa madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga mengingatkan bahwa meskipun urusan pendidikan agama secara struktural berada di bawah Kemenag, namun pemerintah kota tetap diharapkan memberi perhatian yang adil. Fasilitas, dukungan kegiatan, dan program peningkatan mutu belajar di madrasah juga perlu diperhatikan.
“Memang secara birokrasi urusan agama bukan wewenang wali kota, tapi kami berharap ada koordinasi agar madrasah juga bisa berkembang seperti sekolah negeri,” tambah warga lainnya.
Di sisi lain, warga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang yang telah mengaktifkan kembali program “19–21”. Program ini bertujuan membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah antara pukul 19.00 hingga 21.00 malam agar mereka fokus belajar.
“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota yang sudah menghidupkan kembali program 19–21. Sekarang anak-anak kami sudah terbiasa belajar di rumah pada malam hari. Lingkungan juga terasa lebih tenang dan aman,” ungkap seorang ibu rumah tangga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Sofyan Hasdam mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap isu-isu moral dan spiritual di tengah perkembangan zaman. Ia menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak penggiat agama dan mengupayakan perluasan program-program sosial agar lebih inklusif.
“Isu-isu seperti ini seringkali luput dari perhatian pusat. Tapi justru dari sinilah kita tahu bahwa pembangunan manusia tidak hanya bicara ekonomi dan infrastruktur, tapi juga tentang akhlak dan nilai,” ujar Dr. Andi Sofyan Hasdam.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara lahir dan batin.
“Semua aspirasi yang telah dicatat akan dibawa sebagai bahan dalam pembahasan bersama kementerian terkait,” pungkasnya.(Adv)