Tempong Tawar Iringi Awal Pembangunan Jembatan Baru di Tenggarong

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Apr 2025 15:26 0 228 Harian Republik

Kukar – Tradisi adat Tempong Tawar menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan baru yang akan menghubungkan Jalan Mayjen Panjaitan dan Jalan Kartini di Kecamatan Tenggarong.

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, dan dihadiri oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan permohonan kelancaran pembangunan.

Tempong Tawar merupakan tradisi Kesultanan Kutai yang biasa dilakukan untuk memohon keselamatan dan keberkahan atas suatu hajat besar. Dalam prosesi ini, air disiramkan sebagai simbol membersihkan dan membuka jalan, agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar tanpa halangan.

Acara berlangsung di Simpang Tiga Danau Semayang, Tenggarong, Senin, (21/04/2025).

Lokasi pembangunan jembatan ini berada di dekat Jembatan Besi, sebuh jembatan dari era peninggalan kolonial Belanda yang kini menjadi ikon sejarah Kota Tenggarong.

Bupati Kukar, Edi Damansyah menegaskan bahwa pembangunan jembatan baru ini merupakan respons atas meningkatnya mobilitas masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur lama seperti Jembatan Besi sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan saat ini.

“Jembatan Besi bukan cuma penghubung antar sisi Sungai Mahakam, tapi juga saksi sejarah panjang Kota Tenggarong. Di sinilah letak kearifan kita sebagai warga Tenggarong,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa seiring berkembangnya kota, kebutuhan akan infrastruktur yang memadai jadi keharusan. Pembangunan jembatan ini diharapkan bisa mengurai kemacetan sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah dan pengembangan pariwisata.

“Usianya hampir seabad. Bukan cuma infrastruktur tua, tapi sudah jadi bagian dari memori kolektif dan kebanggaan warga Tenggarong. Karena itu, pendampingan lewat jembatan baru ini adalah solusi,” lanjutnya.

Proyek pembangunan ini dikerjakan oleh PT Putra Nanggroe Aceh, perusahaan kontraktor asal Aceh yang berhasil memenangkan tender.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa pekerjaan fisik sudah dimulai sejak Maret, meski sempat mengalami kendala lokasi.

“Kontrak dimulai sekitar bulan Maret dan diharapkan selesai pertengahan Desember nanti, tepatnya sekitar tanggal 20 Desember. Durasi kontrak sekitar 10 bulan, jadi kami optimis proyek ini bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Wiyono juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sangat penting karena akses jalan di wilayah tersebut tergolong sempit dan sering menjadi titik kemacetan.

“Kalau tidak segera dibangun, kemacetan akan terus terjadi. Sementara jika arus kendaraan dialihkan ke Jembatan 3 atau Jembatan Mangkuraja, itu justru bisa memperparah kepadatan di titik lain,” tandasnya. (Adv)

LAINNYA