
Tenggarong– Pengembangan olahraga masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) diperkirakan mengalami perubahan besar pada 2026. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyebut sejumlah event yang biasanya diminati warga terancam tidak digelar akibat kebijakan penghematan dari pemerintah pusat.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa menentukan daftar kegiatan tahun depan. Semua program harus menunggu hasil rasionalisasi APBD 2026 yang menjadi acuan utama penetapan anggaran.
“Kami sedang menunggu hasil rasionalisasi. Kalau melihat arahan, kemungkinan event besar tidak bisa dilaksanakan lagi. Hanya kegiatan sesuai tugas pokok yang bisa dipastikan,” kata Ari.
Salah satu kegiatan yang berpotensi dihentikan adalah event olahraga rekreasi seperti festival mancing, yang sebelumnya menjadi bagian dari Program Kukar Idaman. Ari menegaskan bahwa penghapusan bukan karena program tersebut buruk, tetapi karena anggaran harus menyesuaikan kebijakan efisiensi nasional.
Namun, satu agenda dipastikan tetap berlangsung yaitu olahraga tradisional dalam rangkaian Erau 2026. Kegiatan ini telah disiapkan melalui anggaran khusus event budaya sehingga tidak terdampak langsung oleh pemangkasan.
“Olahraga tradisional masih aman karena masuk di agenda Erau 2026. Tapi di luar itu, kami harus menunggu keputusan APBD,” jelasnya.
Dispora juga membuka peluang kolaborasi bagi komunitas olahraga. Selama pengajuan kegiatan dilakukan secara resmi dan tepat waktu melalui jalur perencanaan, dukungan tetap memungkinkan.
“Yang penting mekanismenya ditempuh. Kalau ada dalam perencanaan dan ada anggarannya, pasti bisa kami bantu,” ujarnya.
Ari berharap masyarakat memahami bahwa seluruh kegiatan harus melalui prosedur resmi, dimulai dari musrenbang desa, agar bisa dipertimbangkan dalam penganggaran daerah.