Dukung Swasembada Pangan, Rapak Lambur Andalkan Sawah Produktif

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Jun 2025 20:34 0 179 Harian Republik

KUKAR – Desa Rapak Lambur di Kecamatan Tenggarong menempatkan pertanian sebagai fokus utama pembangunan desa. Dengan luasan lahan yang besar dan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, desa ini mulai diarahkan untuk menjadi salah satu pusat ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Upaya ini bukan tanpa alasan. Saat ini, dari total 800 hektare lahan pertanian yang tersedia, sekitar 500 hektare sudah dimanfaatkan untuk sawah produktif. Sisanya masih tergolong lahan tidur yang menunggu untuk dibuka.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyebut bahwa lahan yang belum tergarap menyimpan potensi besar jika bisa didukung oleh program dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal pembukaan dan pemanfaatan lahan baru. “Luas lahan pertanian sawah di Desa Rapak Lambur ini sekitar 800 hektare. Yang produktif ada 500 hektare, sedangkan 300 hektare masih belum terbuka,” kata Yusuf, Minggu (29/6/2025).

Meski sebagian warga juga memiliki kebun durian, hasil dari kebun ini belum cukup signifikan untuk menopang ekonomi keluarga. Sebaliknya, sawah justru menjadi penopang utama kebutuhan sehari-hari. “Durian hanya jadi tambahan. Yang paling diandalkan tetap sawah. Di situlah sumber hidup masyarakat kami,” ungkapnya.

Dengan perhatian yang terus diberikan oleh Pemkab Kukar, Yusuf optimistis bahwa lahan yang belum termanfaatkan akan segera digarap. Program penguatan ketahanan pangan menurutnya bisa sejalan dengan visi desa mandiri secara pertanian. “Insya Allah dengan adanya program Pak Bupati, pembukaan lahan pertanian akan segera berjalan,” ungkapnya.

Desa juga tengah mendorong penguatan produktivitas petani dengan pelatihan, perbaikan metode tanam, hingga pengelolaan pasca panen. Harapannya, produksi beras dari Rapak Lambur bisa mencukupi kebutuhan daerah dan lebih dari itu, siap dijual keluar.

Beberapa kelompok tani aktif kini didampingi oleh perangkat desa untuk menyusun rencana tahunan yang berorientasi pada hasil. Pemerintah desa pun mendorong penggunaan teknologi pertanian sederhana untuk meningkatkan hasil panen.

Dengan pengelolaan yang konsisten dan dukungan lintas sektor, desa ini optimis bisa menjadi pilar penting dalam menciptakan kemandirian pangan Kukar. “Mudah-mudahan ke depan Rapak Lambur bisa benar-benar jadi lumbung pangan di Kukar,” tutup Yusuf. (Adv)

LAINNYA