Cipta Visi Farm Dorong Kemandirian Pangan di Kutim

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Nov 2024 18:17 0 291 Redaksi Kutim

MAGELANG – Peternakan modern yang dikelola generasi milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin di Cipta Visi Farm, Magelang, Jawa Tengah menjadi sumber inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dalam kunjungan kerja yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi, Pemkab Kutim berkeinginan untuk mengeksplorasi peluang dalam pengelolaan peternakan yang dapat mendukung kemandirian pangan daerah.

“Kami melihat inovasi peternakan modern ini sebagai langkah yang relevan untuk diaplikasikan di daerah kami. Dengan sistem ini, peternak dapat lebih efisien dan menghasilkan ternak berkualitas tinggi,” ujar Rizali yang memimpin rombongan Pemkab Kutim bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso serta Kepala Bidang Kelembagaan UMKM Firman Wahyudi.

Menurut Rizali, Cipta Visi Farm patut ditiru karena berhasil mengembangkan peternakan modern berdaya saing tinggi. Dia berharap generasi milenial Kutim bisa mengikuti jejak CEO Cipta Visi Farm, Rayndra Syahdan Mahmudin.

Rayndra mengembangkan usahanya sejak 2016 dan kini mengelola sekitar 1.300 ekor domba. Domba-domba di Cipta Visi Farm dipelihara dalam teknik kandang panggung dan diberikan pakan fermentasi yang diperkaya konsentrat. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan serta kualitas ternak. Domba-domba ini tidak hanya dijual sebagai sumber daging, tapi juga memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha, dan keperluan aqiqah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso menyoroti nilai efisiensi dan standar kualitas kesehatan ternak yang diterapkan di Cipta Visi Farm.

“Peternakan modern ini memungkinkan pengelolaan ternak yang lebih optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Konsep ini sangat potensial jika diterapkan di Kutai Timur, khususnya bagi para peternak milenial yang tertarik memulai usaha dengan pendekatan teknologi,” kata Teguh.

Firman Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan UMKM, juga menilai positif cara pengelolaan yang dilakukan Rayndra. Menurutnya, peternakan modern di Cipta Visi Farm tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi produk lokal. Firman berharap ada kerja sama atau pelatihan yang dapat membekali peternak Kutim dalam mengelola usaha berbasis teknologi.

“Dengan menerapkan inovasi seperti yang dilakukan di Cipta Visi Farm, para peternak di Kutim diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, meningkatkan produksi, dan mendukung kemandirian pangan di daerah,” kata Firman. (*)

LAINNYA