Bukan Lagi Lubang Tambang Danau Kumbara Kini Jadi Kebanggaan Desa Kota Bangun III

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Mei 2025 18:32 0 188 Harian Republik

Kukar – Danau Kumbara, yang dulunya hanya sebuah lubang bekas tambang yang terabaikan dan dipenuhi debu, kini menjelma menjadi lambang kebangkitan Desa Kota Bangun III.

Tempat yang dulu dianggap sebagai kerusakan alam, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata yang tak hanya memikat pengunjung, tetapi juga membawa harapan baru bagi ekonomi dan kehidupan sosial warga setempat.

Sejak dimulai pada 2021, perubahan besar di kawasan ini tidak hanya mengubah pemandangan, tetapi juga membuka peluang baru.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengungkapkan bahwa proses perubahan Danau Kumbara dimulai dengan menyadari potensi besar yang ada di bekas tambang tersebut.

Lebih lanjut, Lilik mengungkapkan bahwa saat ini Danau Kumbara telah mengalami perkembangan signifikan.

“Kami sudah membangun aula besar berkapasitas 200 orang dan akses jalan masuk sepanjang 800 meter. Sekarang pengunjung lebih mudah datang,” ujarnya saat saat diwawancarai pada Kamis (1/04/2025).

Danau Kumbara kini menjadi tempat yang tak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Aula yang baru dibangun di tepi danau sering digunakan untuk berbagai acara, mulai dari musyawarah desa hingga pertemuan keluarga.

“Agar tidak bentrok jadwalnya, siapa pun yang ingin menggunakan aula atau fasilitas lain harus melakukan pemesanan terlebih dahulu,” tambah Lilik.

Keberadaan fasilitas baru juga turut mendorong perekonomian setempat. Dinas Pariwisata memberikan bantuan berupa tenda glamping dan perahu bebek berbahan fiber pada 2024, sementara kios-kios UMKM yang dikelola warga kini berdiri di sekitar danau.

Hal ini turut menciptakan peluang usaha bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemeliharaan kawasan wisata.

Selain itu, untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan kolam renang khusus yang berada sekitar 20 meter dari danau.

Kolam ini sengaja dibangun sebagai alternatif bagi anak-anak yang ingin bermain air, mengingat danau yang cukup dalam.

“Kami khawatir kalau masyarakat langsung berenang di danau. Makanya kami siapkan kolam sendiri, dekat danau tapi tetap aman,” kata Lilik.

Transformasi Danau Kumbara menjadi destinasi wisata juga mengusung visi jangka panjang. Pemerintah desa berharap kawasan ini tak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

Dengan semangat gotong royong yang terus bergulir, Danau Kumbara kini menjadi contoh bagaimana sebuah lahan yang dulunya terlantar bisa disulap menjadi sumber kehidupan baru.

“Kami percaya dengan kerja sama dan semangat bersama, Danau Kumbara akan menjadi kebanggaan kami yang tidak hanya bermanfaat bagi warga, tetapi juga bagi pengunjung dari luar daerah,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA