Foto: Miniatur Bangunan Kesultanan Kutai Kartanegara di Taman Replika Tenggarong (Kondisi saat ini).KUKAR – Pemerintah Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, mempertanyakan kejelasan pengelolaan sejumlah fasilitas umum yang sudah direhabilitasi tapi belum juga difungsikan secara optimal. Salah satunya adalah Taman Replika Nusantara, yang hingga kini belum memiliki penanggung jawab resmi.
Taman yang menampilkan miniatur rumah adat dari berbagai daerah Indonesia itu sebenarnya sudah rampung diperbaiki. Namun, tidak adanya kejelasan soal status aset membuat fasilitas tersebut tak kunjung dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif atau wisata.
Lurah Panji, Isnaniah, mengaku sudah berkali-kali menyampaikan persoalan ini dalam berbagai pertemuan bersama OPD terkait. Termasuk dalam forum Musrenbang, masalah ini tetap menjadi catatan penting yang belum mendapatkan solusi konkret. “Asetnya masih milik PU. Kami tidak tahu apakah sudah diserahkan ke Disdikbud atau Dinas Pariwisata. Karena unsur edukasinya kuat, bisa jadi dikelola oleh keduanya,” ujarnya, Minggu (29/6/2025).
Karena belum ada pengelolaan resmi, lokasi taman kerap disalahgunakan. Anak-anak dan remaja memanfaatkan ruang terbuka itu untuk aktivitas yang justru mengganggu kenyamanan publik, mulai dari merokok hingga bolos sekolah. “Linmas kami hampir setiap hari turun membubarkan mereka. Tempatnya terbuka, tidak ada pagar yang tertutup, jadi siapa saja bisa masuk,” terang Isnaniah.
Situasi serupa juga terjadi di Waduk Panji yang berlokasi di wilayah yang sama. Meski memiliki potensi sebagai ruang publik dan sumber air, waduk tersebut belum mendapat perhatian serius dari instansi terkait dalam hal pengelolaan berkelanjutan.
Menurut Isnaniah, pihak kelurahan siap membantu jika ada dukungan kebijakan dan kejelasan pengalihan tanggung jawab. Ia menyebut Karang Taruna dan Linmas sudah disiapkan untuk ambil bagian dalam penjagaan maupun pemanfaatan area tersebut. “Kalau memang tidak ada yang kelola, kami siap bantu. Asal ada legalitas dan koordinasi yang jelas,” tegasnya.
Meski belum memegang kewenangan langsung atas dua aset tersebut, pihak kelurahan tetap berkomitmen menjaga wajah wilayah Panji. Penertiban di ruang-ruang publik terus dilakukan agar kondusif. “Kami sadar wilayah ini punya banyak ruang terbuka dan objek wisata. Karena itu, kami tetap jaga semampu kami. Tapi kami juga butuh kejelasan agar fasilitas yang ada tidak sia-sia,” tutup Isnaniah. (Adv)