
Tenggarong– Meski sejumlah agenda olahraga harus menyesuaikan diri akibat kebijakan rasionalisasi anggaran nasional, semangat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membina dan memasyarakatkan olahraga tidak pernah surut.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa pihaknya masih memiliki satu agenda besar di akhir tahun, yaitu Off-Road 4×4, yang termasuk dalam kategori olahraga tantangan sekaligus menjadi bagian dari Festival Olahraga Masyarakat.
“Kegiatan Off-Road 4×4 akan kami gelar di Samboja pada 9 November. Ini menjadi penutup kegiatan kami di 2025,” ujarnya.
Ari menambahkan, meskipun beberapa kegiatan harus tertunda karena keterbatasan anggaran, Dispora Kukar tetap menjalankan program pembinaan rutin seperti PPLPD serta pelestarian olahraga tradisional.
Menurutnya, olahraga tradisional kini menjadi fokus utama karena selain menyehatkan, juga mengandung nilai budaya dan kearifan lokal yang perlu dijaga.
Dispora Kukar bahkan turut terlibat dalam kegiatan olahraga tradisional di Sungai Bawang yang digelar komunitas Dayak Kenyah dan Galtim, dengan memberikan dukungan berupa hadiah dan piala.
“Walaupun tak bisa mendukung secara penuh, kami tetap berkomitmen hadir agar kegiatan masyarakat bisa terus hidup,” katanya.
Ari mengakui bahwa kebijakan rasionalisasi paling berdampak pada bidang pembudayaan olahraga, sementara sektor pembinaan prestasi masih relatif stabil.
Namun, semangat Dispora Kukar tidak luntur. “Kami ingin olahraga tetap tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi wadah memperkuat kebersamaan,” tambahnya.