Studi Tiru ke Magelang, Pemkab Kutim Pelajari Sukses UKM Gula Semut untuk Inovasi Daerah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Nov 2024 16:07 0 209 Redaksi Kutim

MAGELANG – Demi meningkatkan potensi usaha lokal, rombongan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan mengenai pengelolaan UKM berbasis produk lokal dan mencari cara untuk menerapkan praktik sukses tersebut di Kutai Timur.

Pada hari kedua kunjungan, rombongan mengunjungi Desa Trenten di Kecamatan Candimulyo, yang dikenal dengan usaha gula semut unggulan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Nira Lestari”. CEO KWT tersebut, Ella Rizky Farihatul Maftuhah, menyambut rombongan dengan antusias dan memaparkan perjalanan kelompoknya dalam mengembangkan produk gula kelapa organik. Produk mereka telah menembus pasar internasional, seperti Belanda, Korea Selatan, dan Malaysia.

Selain gula semut, KWT “Nira Lestari” juga menghasilkan produk turunan kelapa lainnya, termasuk minyak kelapa murni (VCO), asap cair, dan “Vegan Nektar”—madu kelapa yang aman bagi penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah. Ella mengungkapkan bahwa kesuksesan kelompoknya tidak datang tanpa tantangan. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka menghadapi hambatan dan terus berinovasi hingga mampu menjual produk mereka ke pasar global.

Seskab Rizali Hadi memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan KWT “Nira Lestari” dalam mengembangkan produk lokal. Menurutnya, Kutai Timur memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan dengan strategi serupa, terutama dari kelapa aren genjah. “Kami ingin mengembangkan aren genjah di Kutai Timur sebagai produk andalan, dan mendukung kelompok tani agar bisa menghasilkan produk bernilai tambah,” ujarnya.

Rizali berharap, studi tiru ini bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat Kutai Timur untuk mulai mengolah potensi lokal secara kreatif dan inovatif. Ia menekankan bahwa pengelolaan usaha kecil dan menengah yang berhasil dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah. “Kami akan mendukung penuh anak-anak muda yang ingin berinovasi, karena itu akan membawa dampak positif untuk perekonomian daerah,” tegasnya.

Studi tiru ini diharapkan bisa membantu para pelaku usaha di Kutai Timur dalam memahami manajemen usaha yang baik serta langkah-langkah untuk menembus pasar internasional. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti kelapa aren, masyarakat Kutai Timur dapat menciptakan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga mengangkat nama daerah di tingkat nasional dan internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA