Sarasehan Kebangsaan Bulan Bung Karno, Sugiyono Ajak Anak Muda Menghidupkan Semangat Marhaenisme

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 18:21 0 4 Harian Republik

Samarinda – Peringatan Bulan Bung Karno kembali menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan rakyat. Anggota DPRD Kalimantan Timur sekaligus Wakil Ketua Bidang Sumber Daya DPD PDI Perjuangan Kaltim, Sugiyono, menggelar Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Meneladani Pemikiran Bung Karno untuk Samarinda Maju” di Cafe D’Bagios, Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk dialog dan diskusi dengan menghadirkan Narasumber Perwakilan Kesbangpol Kota Samarinda dan DPD GMNI Kaltim. Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, dalam konteks pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa saat ini.

Sugiyono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang secara rutin diperingati setiap Juni oleh kader PDI Perjuangan.

“Ini adalah kegiatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan setiap bulan Juni. Setiap anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan diwajibkan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Bung Karno,” ujar Sugiyono saat diwawancarai awak media usai kegiatan Sarasehan Kebangsaan Bulan Bung Karno di Cafe D’Bagios, Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Sebelum menggelar sarasehan, Sugiyono juga telah mengadakan lomba video naratif bertajuk Creative Competition: Bulan Bung Karno yang mengangkat tema Refleksi Nilai-Nilai Pengabdian atau Dedication of Life Karya Bung Karno. Kompetisi tersebut ditujukan kepada kalangan mahasiswa dan generasi muda dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi muda yang selama ini dinilai belum banyak memahami ajaran-ajaran sang proklamator.

“Kompetisi itu kami adakan supaya anak-anak muda, terutama mahasiswa dan Gen Z, memahami nilai-nilai pemikiran Bung Karno. Setelah era reformasi, kita perlahan kembali memperkenalkan Pancasila dan marhaenisme agar generasi muda mengetahui makna perjuangan yang diajarkan Bung Karno,” katanya.

Ia menilai konsep marhaenisme masih relevan untuk dipahami oleh generasi saat ini karena berbicara tentang keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok yang mengalami keterbatasan ekonomi.

Melalui sarasehan tersebut, Sugiyono juga ingin mengingatkan bahwa tugas seorang wakil rakyat tidak berhenti pada penyampaian gagasan di ruang publik, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Sebagai anggota DPRD, kita tidak hanya sekadar berbicara. Yang lebih penting adalah bagaimana turun langsung ke masyarakat dan membantu mereka yang tidak mampu atau terpinggirkan. Itu yang diajarkan Bung Karno kepada kita,” tegasnya.

Menurut dia, amanah politik yang diberikan masyarakat pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Tujuan kita menerima amanah ini adalah untuk mensejahterakan rakyat. Itu yang harus selalu menjadi pegangan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyono juga menyinggung sejumlah isu dan kebijakan nasional yang tengah menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan memiliki sikap untuk tidak memanfaatkan program tersebut sebagai alat kepentingan politik.

Selain itu, Sugiyono turut menyoroti kebijakan penghapusan tenaga guru honorer di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak terhadap kualitas layanan pendidikan maupun nasib para tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdi di sekolah-sekolah negeri.

Sarasehan tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Diskusi tidak hanya membahas sejarah dan pemikiran Bung Karno, tetapi juga relevansinya dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, pemberdayaan generasi muda, hingga persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat saat ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA