Pilkada 2024, Seskab Kutim Tekankan Pentingnya Antisipasi Masalah

waktu baca 2 menit
Kamis, 31 Okt 2024 19:17 0 239 Redaksi Kutim

SAMARINDA – Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi menekankan pentingnya antisipasi masalah guna menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akhir November 2024 mendatang. Menurutnya, semakin dini masalah dipetakan, semakin mudah solusi yang akan diambil. Untuk itu, Rizali mengajak semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan koordinasi demi menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam menghadapi potensi konflik. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis Pilkada 2024 di Kutim akan berlangsung damai dan lancar tanpa ada insiden yang mengganggu stabilitas,” ungkap Rizali di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Mitigasi dan Penanganan Konflik Sosial pada Penyelenggaraan Pilkada 2024” di Hotel Harris, Samarinda.

Bimtek digelar atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutim (Pemkab Kutim) dengan Smart Academy. Acara berlangsung selama lima hari (27-31 Oktober 2024) dan diikuti puluhan peserta dari sejumlah kalangan pemangku kepentingan di Kutim. Peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi, seperti teknik mitigasi konflik, komunikasi efektif, dan simulasi penanganan potensi gangguan keamanan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga keterampilan praktis dalam mengatasi berbagai konflik di lapangan.

Fokus utama bimtek adalah menyusun strategi komprehensif, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan cepat jika situasi tidak kondusif muncul. Hal ini melibatkan koordinasi lintas sektoral, terutama aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.

Dalam kesempatan itu, Rizali berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Hal ini penting guna menciptakan iklim yang kondusif selama Pilkada berlangsung. Dia menambahkan dengan persiapan matang, semua potensi masalah bisa dipetakan sedini mungkin.

“Dengan memetakan potensi konflik, kita bisa mengantisipasi dan menyiapkan strategi yang tepat agar konflik tidak berkembang menjadi permasalahan besar,” ujar Rizali.

Rizali menambahkan, langkah pemetaan bukan sekadar analisis, tapi upaya awal menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses demokrasi berlangsung. Rizali menjelaskan mitigasi konflik bukan sekadar menyiapkan tindakan preventif, melainkan juga rencana konkret dalam menghadapi konflik nyata di lapangan.

Menurut Rizali, Bimtek kali ini adalah bukti nyata keseriusan Pemkab Kutim dalam mempersiapkan strategi antisipasi potensi konflik keamanan dan sosial terkait Pilkada. Rizali menekankan persiapan matang sangat dibutuhkan demi menjaga suasana kondusif.

Sementara itu, Smart Academy mengapresiasi inisiatif Pemkab Kutim dalam mengedepankan kesiapan dan mitigasi konflik. Menurut perwakilan dari Smart Academy, keberhasilan Pilkada tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tapi juga pada kestabilan situasi keamanan dan sosial. (*)

LAINNYA