Umat Hindu di Kerta Buana Akan Arak Ogoh-Ogoh Keliling Desa Jelang Nyepi

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Mar 2025 22:13 0 182 Harian Republik

Kukar – Desa Kerta Buana Kecamatan Tenggarong Seberang akan melakukan paggelaran arak-arakan Ogoh-Ogoh dalam perayaan Nyepi Tahun Saka 1947 pada 28 Maret 2025 mendatang.

Umat Hindu di desa tersebut akan mengarak Ogoh-Ogoh keliling desa sebagai bagian dari ritual penyucian diri dan lingkungan sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. Tradisi ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya yang selalu dinantikan masyarakat setempat setiap tahunnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ahmad Ivan, menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam arak-arakan Ogoh-Ogoh yang akan digelar di Desa Kerta Buana.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang bisa dinikmati bersama. Mari kita ramaikan acara ini dan tunjukkan bahwa Kukar adalah daerah yang kaya akan keberagaman budaya,” ujarnya pada Selasa (25/03/25).

Ogoh-Ogoh sendiri adalah patung raksasa yang dibuat dengan berbagai bentuk menyeramkan, biasanya menggambarkan Bhuta Kala atau roh jahat dalam ajaran Hindu. Patung ini nantinya akan diarak keliling desa pada malam sebelum Hari Raya Nyepi sebagai simbol pengusiran energi negatif.

Setelah prosesi arak-arakan, Ogoh-Ogoh akan dibakar sebagai tanda penyucian diri dan lingkungan agar memasuki tahun baru dalam keadaan suci.

Prosesi ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi hiburan budaya yang menarik bagi masyarakat luas.

Untuk menyambut acara tersebut, Dispar Kukar telah menyiapkan berbagai zona kuliner yang menyajikan makanan khas Bali dan Kutai serta stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi warga setempat.

Ahmad Ivan juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal agar bisa menikmati seluruh rangkaian acara yang telah disiapkan.

“Kami berharap masyarakat bisa datang dan menikmati semua pertunjukan yang telah dipersiapkan, termasuk hiburan dan atraksi seni,” tambahnya.

Promosi acara ini telah dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas wisata, yang diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar daerah.

“Kami ingin menjadikan arak-arakan Ogoh-Ogoh ini sebagai salah satu daya tarik utama Kukar. Dengan promosi yang dilakukan, diharapkan semakin banyak wisatawan yang datang dan mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah kita,” jelas Ahmad Ivan.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan event budaya seperti arak-arakan Ogoh-Ogoh.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin besar di masa depan,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA