Ribuan Pelamar Memadati Job Fair Samarinda, DPRD Soroti Ketimpangan Kompetensi dan Ketersediaan Lowongan

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Jun 2025 16:28 0 135 Harian Republik

Samarinda — Sejak pagi hari, antrean panjang terlihat di lobi Hotel Mercure Samarinda pada Rabu, 25 Juni 2025. Ribuan pencari kerja, didominasi oleh kalangan muda, memadati Job Fair Samarinda 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Ketenagakerjaan.

Acara ini merupakan salah satu upaya Pemkot dalam menekan tingkat pengangguran yang masih menjadi persoalan utama di ibu kota Kalimantan Timur. Pada hari pertama, panitia mencatat sekitar 2.500 pendaftar, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah pada hari kedua.

Puluhan perusahaan dari berbagai sektor turut membuka stan dalam ajang rekrutmen ini. Namun, di tengah antusiasme tinggi, sejumlah pelamar mengaku belum menemukan lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun keterampilan mereka.

Dalam kunjungannya ke lokasi, anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, memberikan catatan kritis. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses perekrutan selama pameran berlangsung.

“Prosesnya harus transparan dan adil. Jangan sampai ada kesan tebang pilih atau tidak terbuka,” ujar Harminsyah.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni dan statistik jumlah pengunjung. DPRD mendorong Pemkot untuk memperluas kemitraan lintas sektor, termasuk dengan industri kreatif dan teknologi yang selama ini kurang terjangkau dalam rekrutmen formal.

Namun, masalah utama yang terus muncul adalah ketidaksesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi para pelamar. Menurut Harminsyah, hal ini menunjukkan lemahnya pemetaan pasar tenaga kerja lokal.

“Ini jadi evaluasi penting. Harus ada pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang lebih presisi di masa depan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan job fair tidak bisa hanya diukur dari keramaian atau banyaknya CV yang masuk, melainkan dari penempatan kerja yang nyata.

“Jangan hanya ramai di awal, tapi minim yang benar-benar diterima kerja,” tegasnya.

Job Fair Samarinda 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pemerintah Kota berharap acara ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan yang bersifat simbolik, melainkan mampu memberikan solusi nyata bagi ribuan warga yang masih mencari penghidupan layak di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat.
(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA