
Samarinda- Menjelang Pemilukada yang dilaksanakan di bulan November, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) telah menuntaskan pemasangan jaringan internet di setiap kantor camat dan kantor desa yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi blank spot/ tidak ada jaringan internet dan mendorong kelancaran pelaksanaan hak politik rakyat.
Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Siburian menambahkan, “Kami sudah memasang internet, di setiap 18 kecamatan dan 139 desa dan kelurahan.”
Selain itu beberapa desa dan kecamatan juga diberi tambahan bandwith atau kapasitas internet, “Ada beberapa kecamatan dan desa yang telah kami tambah bandwith-nya untuk memperkuat jaringan internet agar tidak terjadi masalah pada pelaksanaan perhitungan surat suara bisa berjalan lancar,” ujar Ronny.
Pjs. Agus Hari Kesuma menekankan pentingnya menjamin meratanya jaringan internet dalam pelaksanaan Pemilukada. Agus menekankan bahwa Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) sebagai leading sektor dalam menangani daerah blank spot di Kutim harus bekerja lebih keras.
“Alhamdulillah Diskominfo sudah melaksanakan tes di tiap kecamatan, tinggal memastikan lagi tidak ada blank spot area sampai 27 November 2024,” katanya.
Ditegaskan Agus, Kabupaten Kutim dengan kondisi geografis yang sedemikian rupa mempunyai potensi yang besar untuk ada kendala teknis komunikasi dalam Pemilukada. Fakta lain ialah adanya 13 desa di Kutim yang termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Oleh karena itu menjadi tugas dari setiap stakeholder untuk memberikan jaminan pelayanan maksimal.