Pemkab Kukar Tingkatkan Nilai SPIP Lewat Pendampingan Teknis Bersama BPKP Kaltim

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Mei 2025 14:58 0 150 Harian Republik

KUKAR – Dalam upaya meningkatkan capaian nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur untuk memberikan pendampingan teknis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meminimalkan risiko dalam pelaksanaan program dan anggaran.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2025, di Ruang Serbaguna Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Kecamatan Tenggarong Seberang. Total 56 OPD dijadwalkan mengikuti kegiatan ini secara bergelombang.

Asisten II Setda Kukar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahyani Fadianur Diani, mengatakan bahwa pendampingan ini sangat penting karena jumlah kertas kerja yang harus diisi cukup banyak. “Kertas kerjanya ada sekitar 21, jadi butuh waktu dan tenaga untuk mengisinya,” ujarnya, Kamis (29/05/2025).

Untuk mengakomodasi jumlah peserta, pelaksanaan dibagi menjadi tiga hari. Hari pertama diikuti 20 OPD di bawah koordinasi Asisten II, hari kedua diikuti 20 OPD lainnya, dan sisanya dijadwalkan pada hari ketiga.

“Satu OPD minimal mengirim tiga sampai lima orang. Harapannya, lebih dari satu orang bisa mengisi, jadi bisa saling bantu. Jangan bergantung hanya pada satu orang seperti sebelumnya,” jelasnya.

Ahyani juga menekankan bahwa pengisian SPIP tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah. Semua bagian harus diisi secara utuh karena bersifat terintegrasi.

“Kita ingin nilai SPIP kita lebih baik dari tahun lalu. Target kita sekarang minimal nilainya tiga,” tambahnya.

Menurutnya, SPIP bukan hanya soal administrasi, tapi juga alat untuk mendeteksi risiko sejak awal dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran.

“Kalau semua OPD dapat nilai baik, kita bisa lebih siap menghadapi risiko, baik di bidang keuangan, anggaran, maupun kegiatan lainnya,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA