Pemkab Kukar Dukung SMK Kembangkan Hilirisasi Kopi dan Cetak Petani Muda

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Jun 2025 19:51 0 213 Harian Republik

KUKAR – Dunia pendidikan di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menapaki jalur baru dalam menjawab tantangan zaman. Dua sekolah, yakni SMK Negeri 2 Sebulu dan SMK Negeri 3 Tenggarong Seberang, kini menggagas program hilirisasi kopi yang tidak hanya berfokus pada pengolahan produk, tetapi juga pembentukan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.

Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut, sebagai bagian dari upaya mencetak petani muda yang profesional dan mandiri. “Ternyata dua SMK di Kukar punya potensi mengolah kopi. Dulu, ini belum terpikirkan. Dalam RPJM sebelumnya, kopi belum dilihat sebagai peluang gaya hidup masyarakat,” ungkap Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat diwawancarai Sabtu (21/6/2025).

Menurutnya, inisiatif yang datang dari sekolah ini menunjukkan dunia pendidikan mulai responsif terhadap dinamika sektor perkebunan, khususnya komoditas yang bernilai tinggi seperti kopi. “Ini sedang dalam proses internalisasi. Artinya, kita ingin memastikan bahwa apa yang dilakukan sekolah-sekolah ini benar-benar selaras dengan arah dan strategi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia mengakui telah dua kali bertemu langsung dengan Kepala SMK Negeri 2 Sebulu bersama para guru dan inisiator program tersebut untuk melihat sejauh mana konsep ini dijalankan. “Kami sangat mendukung, karena pendekatannya tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga menanamkan jiwa kewirausahaan kepada siswa,” tegasnya.

Ia menyampaikan harapannya agar program ini tidak hanya berhenti pada pengolahan produk saja, tetapi juga mendorong para siswa untuk terjun langsung menjadi petani kopi yang profesional. “Bayangan saya, anak-anak SMK ini bisa menjadi petani kopi yang betul-betul paham cara bertani kopi yang benar, kemudian mengolahnya, memasarkannya, bahkan membuat merek sendiri. Dari sinilah kita bisa membentuk generasi petani muda yang modern dan berjiwa entrepreneur,” jelasnya

Sunggono juga menegaskan, Pemkab Kukar siap memberikan dukungan terhadap program-program pendidikan vokasi yang inovatif, terutama yang mendorong hilirisasi produk pertanian. Ia melihat sektor kopi sebagai salah satu contoh strategis yang bisa dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi antara pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Kopi bukan hanya soal minuman, tapi sekarang sudah menjadi gaya hidup. Maka, kalau anak-anak kita bisa masuk ke sektor ini sejak di bangku SMK, mereka akan punya peluang besar di masa depan. Kita ingin memastikan mereka siap, terampil, dan punya visi,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA