Pembangunan Rumah Sakit Kembang Janggut Masuk Usulan Prioritas Musrenbang 2026

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Apr 2025 21:12 0 281 Harian Republik

Kukar – Pembangunan rumah sakit di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu usulan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026.

Usulan ini diajukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, seiring dengan jumlah penduduk yang terus berkembang dan adanya tantangan dalam akses layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini sangat dibutuhkan mengingat posisi geografis Kecamatan Kembang Janggut yang terletak di antara dua kecamatan lainnya, yakni Kenohan dan Tabang.

Selain itu, wilayah ini juga menjadi jalur perlintasan masyarakat dari Kabupaten Kutai Barat.

Dengan demikian, rumah sakit di Kembang Janggut diharapkan tidak hanya melayani warga setempat, tetapi juga dapat menjadi penyangga bagi wilayah hulu, khususnya Kutai Barat.

“Jika rumah sakit ini terwujud, maka tidak hanya melayani warga Kembang Janggut, tetapi juga dapat menjadi penyangga bagi wilayah hulu, khususnya Kutai Barat. Keberadaan rumah sakit ini bisa mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit di Tenggarong atau Samarinda,” jelasnya, Kamis (10/04/2025).

Saat ini, Kecamatan Kembang Janggut yang memiliki sekitar 28.693 jiwa hanya memiliki satu puskesmas dan sepuluh puskesmas pembantu untuk melayani sebelas desa.

Dengan semakin berkembangnya sektor perkebunan dan pertambangan yang menarik lebih banyak tenaga kerja, kebutuhan fasilitas kesehatan yang memadai semakin mendesak.

Terkait persiapan lahan untuk pembangunan rumah sakit, Suhartono mengungkapkan bahwa pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan mendapatkan hibah tanah seluas lima hektare dari masyarakat setempat.

Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sedang melakukan survei dan kajian kelayakan pembangunan rumah sakit tersebut.

Dinas Kesehatan masih menunggu hasil kajian dari BRIDA untuk menentukan langkah selanjutnya.

Namun, Suhartono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar pembangunan rumah sakit ini dapat segera terwujud.

“Kami tetap berusaha dan mengusulkan agar rumah sakit ini bisa terealisasi. Bagaimana eksekusinya nanti tergantung pada pemerintah, apakah dilakukan secara bertahap atau langsung,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA