Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Penguatan Edukasi Pra-Nikah untuk Cegah Perceraian Dini

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Mar 2025 21:59 0 213 Harian Republik

Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mendukung upaya Kementerian Agama dalam memperpanjang waktu bimbingan pra-nikah sebagai langkah untuk menekan angka perceraian dini.

Menurutnya, peningkatan sosialisasi dan edukasi mengenai hukum pernikahan serta persiapan pasca-pernikahan sangat diperlukan.

“Ini kan menyikapi permasalahan tentang pernikahan, khususnya pernikahan usia muda. Jadi memang perlu adanya peningkatan berkaitan tentang sosialisasi pernikahan, apa saja hukum pernikahan, apa saja yang harus dilakukan pasca-pernikahan,” ujar Novan Syahronny Pasie saat di wawancarai (08/03/2025).

Novan menekankan pentingnya pembekalan bagi calon mempelai, yang dapat dilakukan melalui bimbingan pra-nikah yang lebih intensif.

“Pembekalan-pembekalan tersebut memang digodok oleh Kementerian Agama dan juga kita sendiri juga. Nanti juga di pemerintah daerah sendiri juga akan melakukan masukan-masukan, salah satunya tadi dengan pesan ataupun pra-nikahnya itu yang maksudnya memberikan edukasi terhadap calon mempelai itu sendiri,” jelasnya.

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi percaloan dalam proses bimbingan pra-nikah yang lebih lama, Novan menyatakan bahwa pengawasan akan tetap dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Itu tetap melakukan pengawasan ya. Karena kan begini, hari ini dengan maraknya tingkat perceraian, apalagi dari rata-rata perceraian ini rata-rata di usia muda, ini yang menjadi sorotan bersama baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa durasi bimbingan yang lebih panjang didasarkan pada kajian yang menunjukkan bahwa satu hari tidak cukup untuk memberikan pembekalan yang memadai.

“Dengan pembekalan ini sendiri dari kajian yang ada kan tidak cukup hanya satu hari kalau bicara berkaitan tentang potensi ada kecurangan berkaitan calo itu nanti bagian pengawasan yang akan melakukan di Kementerian Agama. Karena di situ kan ada beberapa pihak juga yang akan melakukan edukasi di bidang-bidangnya itu sendiri,” ungkapnya.

Novan Syahronny Pasie berharap, dengan bimbingan pra-nikah yang lebih komprehensif, calon mempelai dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

“harapan kita kan paling tidak kan meminimalisir tingkat perceraian ya. Memang perceraian ini ada beberapa banyak faktor, tapi paling tidak dengan pembekalan hal-hal tersebut calon mempelai itu mempersiapkan diri secara fisik maupun mental. Ini yang memang harus menjadi atau digalakkan oleh pemerintah baik pemerintah pusat dan didukung oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.(ADV/DPRDSamarinda/Huda)

LAINNYA