
Samarinda – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan pada Selasa, 10 Februari 2026, dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penegasan arah masa depan kota Balikpapan.
Di tengah laju pembangunan dan tantangan global yang semakin kompleks, peran pemuda kembali ditegaskan sebagai kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Ketua Karang Taruna Kota Balikpapan, Muhaimin menyebut usia 129 tahun menandai perjalanan panjang Balikpapan yang penuh dinamika. Dari kota pelabuhan kecil, Balikpapan kini tumbuh menjadi kota strategis nasional sekaligus penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“HUT ke-129 ini bukan sekadar perayaan, tetapi ruang evaluasi bersama. Kita patut bangga karena Balikpapan dikenal sebagai kota yang tertib, bersih, dan ramah. Namun kebahagiaan itu harus dibarengi komitmen menjaga dan membangun kota secara berkelanjutan, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Muhaimin menegaskan, dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda selalu tampil di garis depan perubahan. Mulai dari Sumpah Pemuda 1928, perjuangan merebut kemerdekaan, peran strategis menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, hingga menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman ideologi.
“Pemuda bukan pelengkap sejarah, melainkan aktor utama perubahan. Spirit ini harus terus hidup dalam diri pemuda Balikpapan hari ini dan kedepan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemuda saat ini yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Disrupsi teknologi, perubahan sosial budaya, hingga arus globalisasi menuntut pemuda untuk adaptif, inovatif, serta berkarakter kuat.
Sebagai mantan Sekretaris Daerah Kota Balikpapan yang kini menjabat Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Muhaimin menekankan pentingnya peran Karang Taruna sebagai wadah strategis pembinaan pemuda hingga tingkat akar rumput.
“Karang Taruna bukan organisasi seremonial. Kami hadir untuk mendorong kreativitas, kepedulian sosial, kemandirian ekonomi pemuda, pelestarian lingkungan, serta penguatan karakter kebangsaan,” jelasnya.
Menurutnya, dengan posisi Balikpapan yang semakin strategis dalam mendukung keberadaan IKN, pemuda harus mampu menjadi agen perubahan, bukan sekadar penonton pembangunan.
“Pemuda Balikpapan harus meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi nyata. Menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, cinta lingkungan, terbuka terhadap perubahan, namun tetap berpegang pada nilai-nilai luhur dan kearifan lokal,” pungkasnya.
Tidak ada komentar