Barcode di Monumen Sejarah, Langkah Kecil Sangasanga untuk Jadi Kota Juang yang Melek Teknologi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Mei 2025 18:43 0 172 Harian Republik

Kukar – Upaya menjadikan Sangasanga sebagai Kota Juang yang tidak hanya kaya sejarah tetapi juga selaras dengan perkembangan zaman kini mulai terlihat.

Lewat inovasi SIMATA Pejuang (Sistem Informasi Mandiri Wisata Kota Juang), Kecamatan Sangasanga menghadirkan cara baru dalam menikmati wisata sejarah dimana pengunjung cukup memindai barcode di tiap monumen untuk langsung mengakses informasi sejarah melalui ponsel mereka.

Inovasi sederhana ini menjadi salah satu langkah strategis yang hadir untuk mendorong kemajuan wisata di Kota Juang Sangasanga.

Camat Sangasanga, Dachriansyah, menjelaskan bahwa sistem ini dikembangkan oleh pihak kecamatan sebagai bagian dari tindak lanjut pelatihan kepemimpinan yang diikuti salah satu staf.

“Jadi SIMATA Pejuang ini merupakan sistem informasi menggunakan barcode yang ada di setiap monumen, jadi masyarakat ingin mengetahui tentang sejarah situs itu bisa langsung di-scan barcode, ada penjelasannya,” kata Dachri, Sabtu (3/05/2025).

Menurutnya, sistem ini memudahkan pengunjung untuk memperoleh informasi sejarah yang akurat dan lengkap saat mengunjungi monumen-monumen di Sangasanga.

Saat ini, SIMATA Pejuang baru diterapkan di lima monumen sejarah. Namun pihak kecamatan berencana memperluas penerapannya ke seluruh monumen yang ada. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.

“Kami juga meminta untuk semua monumen bisa dikasih barcode jadi masyarakat yang berkunjung ke Kota Juang tersebut bisa mengakses melalui barcode situs tersebut,” ujarnya.

Dachri menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan penyampaian informasi dalam pengembangan wisata sejarah, agar pengalaman pengunjung tidak mengecewakan.

“Untuk pengembangan wisata Kota Juang Sangasanga, tentu harus disiapkan secara matang. Jangan sampai ketika pengunjung datang ke sini malah kecewa,” tegasnya.

Dengan SIMATA Pejuang, Dachri berharap wisata sejarah di Sangasanga bisa menjadi lebih menarik dan edukatif, serta mampu menarik lebih banyak kunjungan, baik dari lokal maupun luar daerah.

“Harapannya dengan adanya inovasi SIMATA Juang dan pengembangan ke depannya, kota Juang ini dapat menarik pengunjung wisatawan dari luar untuk berkunjung ke sini,” pungkasnya. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA