Sambut Pemetaan Zona Ekonomi Kukar, DPMPTSP Susun IPRO Produk Komoditas Unggulan Wilayah

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Nov 2026 13:00 0 7 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menetapkan strategi baru dalam pembagian kawasan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemetaan berbasis wilayah timur, utara, dan selatan. Pembagian zona ini dirancang untuk memaksimalkan potensi komoditas spesifik di setiap koridor kecamatan.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar merespons kebijakan tersebut dengan menghimpun seluruh data produk binaan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk dijadikan paket investasi siap jual.

Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menyebutkan bahwa kolaborasi lintas dinas telah dilakukan untuk mendata seluruh komoditas lokal yang terbukti memiliki potensi pasar meluas hingga ke mancanegara.

“Kemarin kita sudah melakukan rapat dengan OPD-OPD terkait untuk menghimpun produk-produk apa saja yang ada di OPD yang sudah menjadi bagian dari binaan. Contohnya ternyata ikan asin kita itu secara internasional sudah diekspor, dijadikan rabok atau terasi,” papar Alfian Noor.

Semua data potensi komoditas zona wilayah tersebut selanjutnya akan dikaji ketat untuk dinaikkan statusnya menjadi proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer / IPRO) yang dipasarkan pada ajang temu bisnis nasional.

Langkah sinkronisasi antara perencanaan zonasi ekonomi Bappeda dan instansi perizinan ini diharapkan mampu menarik minat investor untuk membangun pabrik pengolahan langsung di pusat-pusat komoditas unggulan wilayah.

“Ini juga yang akan kita himpun ke seluruh OPD. Nanti kami inventarisir mana produk-produk ini yang akan kami lanjutkan nanti untuk maju ke forum bisnis atau kita buatkan IPRO-nya. Artinya investasi yang benar-benar sudah siap kita pasarkan,” tegasnya.

Melalui penyusunan profil investasi terzonasi ini, Pemkab Kukar yakin setiap kawasan mulai dari wilayah pesisir hingga hulu akan berkembang secara seimbang sesuai dengan keunggulan komparatif daerahnya masing-masing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA