Wujudkan Lansia Sehat dan Berdaya, DP2KB Kukar Siapkan Wisuda Pertama Sekolah Lansia Bestari

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Nov 2026 22:12 0 0 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia). Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, pemerintah daerah menghadirkan program Sekolah Lansia sebagai ruang edukasi dan sosialisasi agar para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, serta berdaya di tengah masyarakat.

Sebagai proyek percontohan awal, Sekolah Lansia yang diberi nama Bestari (Berdaya, Sehat, Tangguh, dan Mandiri) ini sukses dikembangkan di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DP2KB Kukar, Syahril, mengungkapkan bahwa Sekolah Lansia Bestari saat ini telah membina 30 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 lansia dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk mengikuti prosesi wisuda perdana yang dijadwalkan pada 12 November 2026.

“Jadi saat ini kita baru punya satu Sekolah Lansia di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Rencananya tanggal 12 nanti, kalau tidak ada halangan, kita akan melaksanakan wisuda pertama. Istilahnya mereka naik dari standar satu ke standar dua,” ujar Syahril, Selasa (3/11/2016).

Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Lansia mengusung metode pendekatan yang menyenangkan (fun learning). Pembelajaran difokuskan pada kegiatan aktivitas fisik ringan, pendampingan kesehatan mental dan psikologis, serta edukasi kebersihan pribadi.

Materi yang diajarkan sangat beragam, mulai dari senam lansia, senam otak untuk menjaga kebugaran memori dan daya ingat, hingga perawatan kebersihan gigi. Tidak hanya itu, para peserta juga diajak beraktivitas di luar ruangan melalui program berkebun yang bekerja sama dengan instansi teknis daerah, mulai dari tahap mengolah tanah hingga panen bersama.

“Yang kita dorong adalah bagaimana mereka nyaman, senang berkumpul, saling berbicara, bertukar pikiran, dan tetap aktif. Jadi bukan sekadar belajar di dalam kelas. Ada kegiatan berkebun, olahraga, sampai edukasi kesehatan,” jelasnya.

Manfaat utama dari keberadaan Sekolah Lansia ini tidak hanya berdampak pada kebugaran fisik, tetapi juga efektif mencegah risiko kepikunan (demensia) serta mengikis rasa kesepian pada lansia.

Berdasarkan pemataan data DP2KB Kukar, Desa Ponoragan sendiri mencatatkan populasi pra-lansia hingga lansia sebanyak 621 jiwa. Sebanyak 274 orang di antaranya berusia 60 tahun ke atas, sementara 347 orang lainnya berada pada kategori pra-lansia (usia 45–59 tahun).

Melihat besarnya potensi penerima manfaat program tersebut, DP2KB Kukar menargetkan perluasan Sekolah Lansia secara bertahap ke seluruh wilayah Kukar. Ke depan, setiap kecamatan diharapkan memiliki minimal satu Sekolah Lansia sebagai percontohan sebelum direplikasi hingga ke tingkat desa.

“Harapan kami paling tidak satu kecamatan memiliki satu Sekolah Lansia. Kalau bisa, ke depannya setiap desa juga ada. Namun, tentu perlu dukungan pemerintah desa, mulai dari tempat, fasilitas, hingga pembiayaan kegiatan,” pungkas Syahril.

Kunci keberhasilan Sekolah Lansia Bestari di Desa Ponoragan ini tidak lepas dari sinergi dan komitmen pemerintah desa setempat yang sigap mengalokasikan pembiayaan operasional, serta perhatian penuh dari pihak keluarga yang setia mendampingi para lansia selama menimba ilmu.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA