
KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat perlindungan dan kepastian usaha bagi para pelaku ekonomi mikro di pedesaan. Di tengah geliat pertumbuhan industri olahan berbasis desa, pemerintah daerah meluncurkan strategi pemetaan komoditas guna mencegah terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat antarwilayah.
Langkah preventif ini dikawal oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar melalui penyusunan kajian teknis tingkat desa.
Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menjelaskan bahwa pemetaan ini krusial agar setiap desa memiliki identitas komoditas unggulan tersendiri yang berdaya saing tinggi, tanpa harus saling mematikan pasar desa tetangga.
“Sekarang kami lagi melakukan menginventarisir dan akan melakukan kajian terkait dengan desa-desa tadi yang satu produk satu industri di satu desa. Maksud kita kan supaya jangan terlalu banyak berbenturan dengan desa-desanya lain sehingga dalam sistem pemasaran dan sebagainya kan nanti akan terkendala,” ujar Alfian Noor.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun anggaran sebelumnya, DPMPTSP Kukar telah merampungkan kajian potensi investasi di tingkat kecamatan. Kini, fokus pendampingan diturunkan secara mendalam langsung ke level pemerintahan desa dan kelurahan.
Pendekatan ini diambil mengingat banyaknya desa yang mulai mengembangkan unit bisnis unik berbasis potensi lokal, mulai dari peternakan terpadu hingga pengolahan hasil pertanian mandiri.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa rantai pasok dan saluran distribusi produk desa tersebut memiliki segmentasi pasar yang jelas, baik untuk kebutuhan lokal, penyerapan ritel modern, maupun pasokan industri.
“2023 kita pernah lakukan kajian tapi untuk di wilayah kecamatannya. Nah nanti mungkin kita akan turunkan lagi untuk ke wilayah desa-desanya, kelurahan-kelurahannya kira-kira produk-produk apa nanti di desa itu. Memang bertahap sih, enggak bisa langsung sekaligus,” tambahnya.
Melalui penataan komoditas yang terstruktur dan terhindar dari benturan pasar ini, DPMPTSP Kukar optimistis iklim investasi kerakyatan di tingkat pedesaan akan tumbuh lebih stabil, mandiri, dan berkelanjutan.(adv)
Tidak ada komentar