Peralihan Musim Tiba, BPBD Kukar Siapkan Langkah Mitigasi Dini dan Imbauan Waspada Bencana Hidrometeorologi

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Nov 2026 13:00 0 1 Harian Republik

KUKAR – Memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat kesiapsiagaan operasional di lapangan. Langkah penanganan dini ini diambil untuk mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang memicu pohon tumbang.

Meningkatnya curah hujan di beberapa kawasan Kutai Kartanegara menjadi penanda masuknya masa pancaroba. Meskipun intensitas curah hujan belum merata, BPBD Kukar terus memetakan wilayah-wilayah rawan guna meminimalkan risiko dampak bencana pada pemukiman warga.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, menjelaskan bahwa proses peralihan musim diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober. Selanjutnya, peningkatan intensitas hujan diproyeksikan mulai terjadi pada pekan ketiga November sebelum memasuki puncak musim penghujan pada Desember mendatang.

“Peralihan dari kemarau diperkirakan sampai akhir Oktober. Kemudian, pada minggu ketiga November akan menuju puncak musim hujan dengan puncaknya diperkirakan pada Desember,” ujar Aspianur Sandi, Minggu (1/11/2026).

Sandi menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra pasca-kemarau panjang. Struktur tanah yang sempat mengalami retakan akibat kekeringan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap pergeseran atau longsor ketika diguyur curah hujan berintensitas tinggi.

Guna memperkuat kesiapsiagaan di tingkat masyarakat dan instansi pemerintah, BPBD Kukar tengah merumuskan Surat Edaran (SE) mengenai imbauan mitigasi bencana hidrometeorologi. Penyusunan instruksi ini diselaraskan dengan arahan teknis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta data BMKG.

“SE imbauan sedang kami proses. Kami menyesuaikan dengan arahan dari provinsi dan dalam dua-tiga hari ini diharapkan bisa keluar,” terangnya.

BPBD Kukar menegaskan bahwa upaya pencegahan bencana harus dilakukan secara proaktif tanpa menunggu terjadinya musibah. Masyarakat, pemerintah tingkat kecamatan/desa, hingga pihak swasta diimbau untuk segera menggiatkan aksi gotong royong pembersihan drainase yang tersumbat serta merapikan dahan pohon yang membahayakan di sekitar pemukiman.

Kesiapsiagaan daerah ini sejalan dengan rilis resmi Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, yang memprakirakan bahwa awal musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap. Wilayah Kalimantan secara umum diprediksi memasuki puncak musim hujan pada Desember 2026 hingga awal tahun 2027.

Dengan adanya gambaran prakiraan cuaca tersebut, BPBD Kukar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan sinergi, menjaga kebersihan lingkungan, serta responsif melaporkan potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing demi menjaga keselamatan bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA