Kristian Hasmadi: Pembangunan Fisik di Kecamatan Kutim Tak Penuhi Standar

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Nov 2024 22:16 0 251 Redaksi Kutim

Kutai Timur, harianrepublik.com – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Kristian Hasmadi, memberikan perhatian serius terhadap pembangunan fisik di kecamatan yang dinilainya masih minim dan sering kali tidak memenuhi standar. Ia menegaskan bahwa setiap proyek harus diawasi dengan ketat agar hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat.

“Saya akan keras walaupun itu teman-teman misalnya ada pokir-pokir mereka dan saya lihat, pekerjaan mereka tidak beres saya akan tegur itu,” ucap Kristian saat ditemui di ruang Fraksi PDIP beberapa waktu lalu.

Kristian menyoroti bahwa beberapa proyek, seperti pembangunan pagar sekolah atau kantor desa, menunjukkan kualitas yang mengecewakan. Ia mencontohkan bahwa hasil pekerjaan yang buruk masih meninggalkan bekas telapak tangan, mencerminkan kualitas pengerjaan yang rendah.

“Karena itu sangat merugikan kita itu, ada pagar misalnya sekolahan atau kantor desa, seperti pekerjaan jamannya Majapahit jadi bekas-bekas telapak tangan masih nampak. Kan tidak bagus pandangannya itu. Keindahannya tidak bagus, terus kekuatannya tidak bagus,” bebernya.

Sebagai mantan Kepala Desa Nehas Liabing di Kecamatan Muara Wahau, Kristian membandingkan kualitas pembangunan yang menggunakan anggaran desa dengan proyek luar. Ia menilai bahwa proyek desa cenderung lebih berkualitas dan tahan lama, karena spesifikasi pekerjaannya diperhatikan dengan baik.

“Kalau pekerjaan fisiknya yang dari anggaran desa itu, kan kadang disambung dengan aspirasi yang lain, kalau yang sudah hancur berarti itu proyek dari luar itu, tapi kalau dari desa tetap utuh sampai sekarang, spek pekerjaan betul-betul kita perhatikan,” tandasnya.

Kristian berharap agar pembangunan ke depannya bisa lebih merata dan menjaga kualitas agar anggaran yang digunakan tidak sia-sia dan manfaatnya dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. (adv)

LAINNYA