Jelang Iduladha Distanak Kukar Pastikan Sapi Kurban Aman Sehat dan Siap

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Jun 2025 15:37 0 179 Harian Republik

KUKAR – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan ketersediaan sapi kurban dalam kondisi aman, sehat, dan siap edar. Pemantauan telah dilakukan terhadap jumlah maupun kualitas hewan kurban yang akan beredar di pasaran.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menyebut bahwa stok sapi kurban terpantau aman dan bahkan melimpah. Kukar juga mendapat pasokan dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Maluku, Bali, hingga Nusa Tenggara, yang menambah suplai selain dari peternak lokal.

“Ketersediaan sapi insya Allah aman. Pasokan banyak, termasuk dari luar daerah. Bahkan bisa dibilang berlebih,” ujar Taufik saat diwawancarai pada Selasa (3/06/2025).

Meski demikian, Taufik menekankan pentingnya peningkatan produksi dari peternak lokal. Sejumlah peternak di Kukar disebut sudah bersiap sejak jauh hari guna memenuhi permintaan hewan kurban tahun ini. Namun, ketersediaan saja belum cukup. Pemerintah juga fokus memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat.

Salah satu perhatian utama adalah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK), yang sempat mewabah di beberapa wilayah Indonesia beberapa waktu lalu. “Pemerintah provinsi sekarang sangat selektif. Semua sapi dari luar harus memenuhi syarat, termasuk vaksinasi. Kalau ada indikasi sakit, langsung diisolasi,” jelasnya.

Setiap hewan dari luar daerah wajib menjalani dua kali pengambilan sampel darah serta pemeriksaan fisik oleh dokter hewan. Hasilnya akan menentukan apakah hewan tersebut layak untuk dijual dan disembelih sebagai kurban.

Sapi yang telah lolos pemeriksaan akan dilengkapi dokumen resmi dan bukti vaksinasi dari petugas. Hal ini menjadi salah satu syarat administrasi yang wajib dipenuhi dalam proses jual beli hewan kurban. Taufik juga mengimbau para peternak lokal untuk lebih memperhatikan standar kesehatan hewan mereka.

Meski tidak seluruh hewan dapat diperiksa satu per satu, minimal harus ada jaminan vaksinasi dan kondisi fisik yang baik sebelum dijual ke konsumen. “Kami imbau peternak tidak sekadar mengejar penjualan, tapi juga menjamin bahwa sapi yang mereka jual benar-benar sehat,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA