Hearing DPRD Samarinda: Relokasi Jadi Solusi Utama Penanganan Longsor di Perumahan Keledang Mas 

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Feb 2025 15:33 0 180 Harian Republik

Samarinda – DPRD Kota Samarinda menggelar hearing penanganan longsor di perumahan Keledang Mas, Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Agenda tersebut, turut dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM), Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, di Gedung DPRD Samarinda, (12/02/2025). Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa opsi relokasi dipilih sebagai solusi terbaik untuk mengatasi masalah tanah longsor yang telah terjadi sejak tahun 2023.

“Alhamdulillah, dengan dihadiri oleh pihak pengembang, pihak Pemkot, dan warga, semua menyetujui opsi relokasi ini sebagai penyelesaian terhadap masalah tanah longsor tersebut,” ujarnya.

Pihak pengembang pun menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan lahan yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemerintah Kota. Deni Hakim Anwar menjelaskan bahwa pihak pengembang siap merelokasi warga yang terdampak ke lahan tersebut.

“Pada intinya, dari pihak pengembang siap untuk merelokasi warga yang terdampak ini,” katanya.

Setelah opsi relokasi disetujui, langkah selanjutnya adalah menjalankan hasil keputusan tersebut. Deni Hakim Anwar berharap semua pihak terkait dapat segera menindaklanjuti dengan menyiapkan persyaratan yang diperlukan.

Ia juga menyinggung mengenai usulan perubahan site plan terkait dengan status lahan yang akan digunakan untuk relokasi.

“Saya kira tinggal mereka saling koordinasi saja, masing-masing menyiapkan persyaratan yang diminta. Nah, tinggal nanti direview saja, diulang kembali mana yang diserahkan kembali, mana yang dirubah,” jelasnya.

Deni Hakim Anwar optimis bahwa proses relokasi ini dapat berjalan dengan cepat. Ia menyebutkan bahwa perwakilan dinas terkait menyampaikan bahwa proses perubahan site plan dapat diselesaikan dalam waktu 7 hingga 10 hari.

“Mudah-mudahan, kita doakan hal ini jadi satu langkah maju, sebetulnya permasalahan yang muncul dari tahun 2023 yang lalu. Alhamdulillah, hampir 2 tahun dan ini bisa tuntas pada hari ini,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam upaya penanganan masalah longsor tersebut.

“Kita sebagai fasilitator, menjembatani untuk bisa menuntaskan masalah ini,” pungkasnya.

Penulis: Huda! Editor: Boni De Rosari

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA