Sugiyono Dengan Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 11:36 0 100 Harian Republik

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus Wakil Ketua Bidang Sumber Daya DPD PDI Perjuangan Kaltim, Sugiyono, menyatakan sikap tegas menolak wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Menurutnya, mekanisme tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai reformasi yang telah diperjuangkan sejak 1998.

Sugiyono menilai, Pilkada langsung merupakan bentuk nyata pelaksanaan kedaulatan rakyat yang tidak boleh dikurangi dengan alasan apa pun. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara konsisten menolak upaya yang berpotensi menghilangkan hak rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara langsung.

“Kedaulatan rakyat adalah prinsip utama dalam demokrasi. Jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, itu sama saja membawa demokrasi ke masa lalu yang penuh catatan kelam,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Kamis (22/01/2026).

Ia menambahkan, Pilkada langsung merupakan salah satu hasil penting dari perjuangan panjang reformasi yang telah membuka ruang partisipasi publik secara luas. Oleh karena itu, menurutnya, tidak tepat jika capaian tersebut dikorbankan hanya dengan pertimbangan efisiensi anggaran.

“Perjuangan reformasi tidak boleh dikhianati. Demokrasi tidak bisa diukur semata-mata dari hitung-hitungan biaya, karena yang dipertaruhkan adalah hak rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sugiyono menilai sistem demokrasi saat ini telah berjalan dengan baik melalui pemilihan langsung, di mana masyarakat memiliki peran penuh dalam menentukan kepala daerahnya. Mengubah mekanisme tersebut dinilai sebagai langkah kemunduran dalam praktik demokrasi.

“Mengembalikan Pilkada ke DPRD berarti secara sadar menempatkan proses pemilihan kepala daerah pada sistem yang justru berpotensi merugikan rakyat,” pungkasnya.

 

LAINNYA