Dukung Ekonomi Pesisir, BUMD Kukar PT MGRM Rintis Pembangunan SPBN Bersubsidi Bagi Nelayan

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2026 18:36 0 0 Harian Republik

KUKAR — Kebutuhan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para nelayan tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara kini memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Kukar mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil peran aktif dalam menjawab krisis ketersediaan BBM nelayan.

Melalui PT Mahakam Gerbang Raja Migas (PT MGRM) selaku Perusda milik Pemkab Kukar, proyek pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) khusus BBM bersubsidi kini tengah diakselerasi.

Selama ini, para nelayan kecil di wilayah kecamatan pesisir Kukar sering kali terbebani oleh tingginya biaya operasional melaut. Kelangkaan Solar dan Pertalite subsidi memaksa mereka membeli bahan bakar non-subsidi berharga tinggi dari pengecer, yang berdampak langsung pada tergerusnya pendapatan melaut.

Kehadiran SPBN yang dikelola langsung oleh BUMD diharapkan dapat memutus rantai pasok yang tidak efisien tersebut, sehingga nelayan lokal mendapatkan kepastian kuota dan harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kukar, Muhammad Iriyanto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik serta pengurusan izin operasional SPBN oleh PT MGRM kini terus berjalan sesuai tahapan.

Ia optimistis jika seluruh proses perizinan dan pembangunan sarana fisik berjalan lancar, fasilitas SPBN ini sudah dapat melayani nelayan pesisir pada tahun mendatang.

“Dan itu diinisiasi oleh PT MGRM Perusda kita, BUMD. Nah jadi sudah berproses, proses perizinan dan sebagainya, fisik dan sebagainya. Mudah-mudahan tidak lama lagi itu akan selesai dan bisa beroperasi, maka permasalahan kebutuhan BBM bagi nelayan untuk wilayah kecamatan sekitarnya bisa teratasi,” kata Muhammad Iriyanto.

Iriyanto menekankan pentingnya intervensi BUMD dalam penyediaan BBM bersubsidi mengingat besarnya porsi pengeluaran nelayan untuk sektor energi.

“Karena nelayan ini selalu butuh BBM yang bersubsidi karena kalau tidak subsidi kan nilainya tinggi sekali ya seperti Pertamax, seperti Solar Dexlite. Makanya dengan keberadaan SPBN yang sudah bisa mengakomodir keberadaan BBM subsidi insyaallah bisa mengurai permasalahan itu. Targetnya tuh mungkin tahun depan tuh sudah bisa beroperasi,” pungkas Iriyanto.

Dengan terwujudnya SPBN khusus ini, Pemkab Kukar berharap tingkat kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir dapat meningkat signifikan seiring dengan terjaminnya kelancaran pasokan BBM murah untuk kegiatan melaut sehari-hari.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA