
KUKAR — Fenomena antrean panjang kendaraan yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kutai Kartanegara menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain mengganggu kenyamanan publik, tumpukan antrean truk dan kendaraan di bahu jalan mengancam keselamatan lalu lintas.
Merespons keluhan warga tersebut, Pemkab Kukar bergerak cepat dengan merancang langkah-langkah koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat dan koordinasi bersama PT Pertamina, Aparat Penegak Hukum (APH), serta Dinas Perhubungan.
Upaya ini difokuskan untuk mengurai titik-titik kemacetan di sekitar area SPBU sekaligus memastikan bahwa pendistribusian BBM bersubsidi oleh operator dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Berbagai formula teknis tengah disiapkan oleh Pemkab Kukar untuk menertibkan arus antrean kendaraan, mulai dari pemisahan jalur hingga pembatasan jadwal pengisian bagi armada bernomor polisi tertentu.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kukar, Muhammad Iriyanto, menyampaikan bahwa kompleksitas masalah distribusi BBM memerlukan penanganan menyeluruh dari hilir hingga hulu.
Pihaknya berencana mengkaji penerapan skema pembagian plat nomor kendaraan hingga pengaturan jam operasional khusus bagi kendaraan berat seperti truk angkutan barang.
“Jadi masalah BBM ini kan kompleks. Mungkin pasokannya secara waktu yang terlalu panjang intervalnya sehingga antrean menumpuk. Nah yang antre ini rata-rata kan antre untuk BBM subsidi. Nah kita akan mengundang Pertamina sebagai operator, apakah kuotanya itu mencukupi, apakah pendistribusiannya tepat waktu,” ujar Muhammad Iriyanto.
Iriyanto menegaskan bahwa salah satu fokus penataan difokuskan pada pemisahan jam antre truk besar yang kerap memakan badan jalan. Truk berat diusulkan mengisi BBM pada malam hari, sementara kendaraan penumpang kecil dilayani pada siang hari.
“Bisa saja nanti kita mencoba mengadopsi sistem misalnya plat polisi genap ganjil atau mungkin dibuka 24 jam sehingga orang tidak menumpuk di satu waktu. Truk itu kan makan jalan tuh, itu mungkin diatur ke malam hari sementara mobil penumpang biasa yang kecil-kecil bisa di siang hari. Jadi kita atur nanti coba beberapa formula,” tegas Iriyanto.
Langkah penataan antrean ini diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan perkotaan Kukar serta memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat pengendara.(adv)
Tidak ada komentar