
KUKAR – Kepercayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi teknis daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kukar yang bergerak cepat mematangkan kesiapan fasilitas penunjang perlombaan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menyukseskan agenda keagamaan akbar tersebut, Dispora Kukar menyiapkan tiga venue strategis yang berlokasi di kawasan Kompleks Olahraga Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh cabang musabaqah berjalan lancar pada ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 4–12 Desember 2026 mendatang.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa pembagian lokasi arena lomba telah diselaraskan dengan kebutuhan karakteristik masing-masing cabang perlombaan. Adapun tiga fasilitas utama yang disiapkan meliputi aula lantai dua gedung utama, gedung futsal, serta aula serbaguna di area belakang kompleks.
Secara rinci, aula lantai dua dialokasikan khusus untuk perlombaan cerdas cermat Al-Qur’an, gedung futsal difungsikan sebagai arena lomba seni melukis kaligrafi, sedangkan aula belakang disiapkan untuk cabang hafalan (hifdzil) hadis 100 beserta cabang hafalan lainnya.
Ali menegaskan bahwa fokus penyiapan arena tidak sekadar pada kebersihan fisik bangunan, tetapi juga mencakup ketercukupan prasarana vital pendukung. Pihaknya mengawal ketat ketersediaan pasokan air bersih, keandalan daya listrik, kelayakan fasilitas toilet, keamanan lokasi, hingga penataan area parkir kendaraan para peserta.
“Kami mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar seluruh venue dapat digunakan dengan baik. Harapannya, peserta maupun panitia merasa nyaman selama pelaksanaan MTQH,” ujar Aji Ali Husni.
Selain mendukung kelancaran syiar Al-Qur’an, Ali optimistis kehadiran ribuan peserta kafilah, official, serta pendamping dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal Kukar.
Kedatangan para tamu dari berbagai daerah diproyeksikan mampu mendongkrak tingkat okupansi hotel dan homestay, memacu pendapatan jasa transportasi, hingga menggerakkan perputaran omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner serta suvenir khas Kutai.
“Kami berharap para tamu yang datang bisa memanfaatkan hotel atau homestay di Kukar serta berbelanja di sini. Dengan begitu, kegiatan ini juga bisa memberikan dampak positif bagi UMKM dan perekonomian masyarakat,” tutupnya.(adv)
Tidak ada komentar