Sinergikan Kebijakan Pusat dan Daerah, Pemkab Kukar Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Dasar dan Mutu Guru

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 23:23 0 0 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan setiap kebijakan pembangunan sektor pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat berjalan selaras dan terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sinkronisasi ini mencakup adopsi program strategis nasional yang disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan lokal di setiap satuan pendidikan.

Menanggapi program pengadaan papan pintar interaktif (Smart TV) dari pemerintah pusat, pemkab menyambut baik sekaligus memetakan langkah komplementer agar intervensi anggaran memberikan dampak maksimal bagi kualitas belajar-mengajar.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa fokus pembangunan pendidikan di Kukar tidak hanya berorientasi pada penyediaan perangkat teknologi modern, tetapi juga menyentuh aspek fundamental fisik bangunan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Apa yang kita bangun di Kukar itu inline dengan apa yang dibangun di pusat. RPJMN inline dengan RPJMD kita, tidak terkecuali dari sektor pendidikan. Sebenarnya kalau kita di Kukar, kita sudah lebih duluan memulai itu sejak zaman Pak Edi Damansyah dulu,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri.

Ia membeberkan bahwa strategi pemerataan fasilitas digital di sekolah-sekolah pelosok telah diantisipasi sebelumnya melalui penyediaan akses internet satelit Starlink, sehingga kendala geografis dan jaringan telekomunikasi dapat teratasi dengan baik.

Selain itu, pemkab menetapkan empat pilar utama konsentrasi anggaran pendidikan tahun ini, yakni rehabilitasi ruang kelas beserta isinya, perbaikan sanitasi toilet sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta jaminan kesejahteraan tenaga pengajar.

“Kami menyambut baik konsentrasi pemerintah pusat terkait pemberian papan pintar. Tapi selain itu kita juga pengen melakukan konsentrasi penanganan di sekolah terkait perbaikan infrastruktur ruang belajar, perbaikan toilet sekolah, kualitas guru, dan kesejahteraan guru itu sendiri,” tegasnya.

Melalui pendekatan kebijakan yang terukur dan suplai fasilitas pendukung yang merata hingga ke wilayah pedesaan, mutu pendidikan di Kutai Kartanegara diyakini mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA